Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi: Para pialang  sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters/ANTARA)

Foto ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters/ANTARA)

Reli Wall Street Berlanjut, Akhiri Kuartalan Terbaik

Listyorini, Rabu, 1 Juli 2020 | 06:03 WIB

NEW YORK, Investor.id – Reli saham Wall Street berlanjut dan menutup kinerja kuartalan terbaik dalam beberapa dekade.

Pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), Dow Jones Industrial Average melonjak 217,08 poin atau 0,9% menjadi 25.812,88. Sementara itu, S&P 500 naik 1,5% menjadi 3.100,29 dan Nasdaq Composite naik 1,9% menjadi 10.058,77.

Indeks Dow mengakhiri kuartal kedua dengan kenaikan 17,8%, reli kuartalan terbesar rata-rata sejak kuartal pertama 1987. S&P 500 mengalami lonjakan seperempat terbesar sejak kuartal keempat 1998, melonjak hampir 20%. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 30,6% untuk kuartal ini, kinerja kuartalan terbaik sejak 1999.

Sentimen yang mempengaruhi kenaikan indeks dalam kuartal kedua adalah:

1. Stimulus.

2. Tren positif dalam penanganan virus.

3. Pembukaan kembali ekonomi.

4. Harapan untuk vaksin mendorong saham lebih tinggi di Q2.

“Keempat faktor tersebut mempengaruhi pergerakan harga saham,” kata Tom Essaye, pendiri The Sevens Report.

“Saat kami memulai Q3, hanya satu dari sentimen itu yang masih ada, stimulus. Itu tidak berarti kita akan melihat terjadinya koreksi, tetapi pasar mencermati sejumlah sentimen negatif seperti aksi unjuk rasa. Saat ini pasar berharap stimulus,” tambahnya.

Saham Facebook dan Amazon masing-masing naik 2,9% untuk memimpin kenaikan pada Selasa, sementara Netflix naik 1,7%. Micron juga berkontribusi pada penguatan indeks dengan kenaikan lebih dari 4% setelah laporan pendapatan perusahaan lebih baik dari perkiraan.

Perdagangan Selasa juga merupakan hari terakhir dalam bulan Juni, dengan rata-rata indeks utama membukukan kenaikan bulanan. Dow naik 1,7% untuk Juni. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,8% dan 6%.

Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial, memperkirakan pasar bisa menjadi semakin fluktuatif jika jumlah kasus virus corona terus meningkat dan jika beberapa pengobatan virus yang diusulkan dan vaksin gagal. "Itu tidak hanya akan berdampak pada perusahaan bioteknologi, tetapi juga pasar yang lebih luas."

Keaksian Powell dan Mnuchin

Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan untuk membahas langkah Fed dan Kementerian Keuangan terhadap pandemi coronavirus.

Dalam sambutannya yang disampaikannya Selasa, Powell mengatakan ketidakpastian atas prospek ekonomi setelah pandemi coronavirus. “Jalan ke depan untuk ekonomi sangat tidak pasti dan akan sangat tergantung pada keberhasilan kita dalam mengendalikan virus, ”kata Powell.

Menurut Powell, pemulihan ekonomi akan tergantung pada tindakan kebijakan yang diambil di semua tingkat pemerintahan untuk memberikan bantuan dan untuk mendukung pemulihan selama diperlukan.

Sementara itu, Mnuchin mengatakan kepada Kongres bahwa ekonomi berada dalam posisi yang kuat untuk pulih dari coronavirus.

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN