Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi paspor vaksin. ( Foto: france24.com )

Ilustrasi paspor vaksin. ( Foto: france24.com )

Rencana Terbitkan Sertifikat Vaksin Demi Kebebasan Bepergian

Kamis, 18 Maret 2021 | 06:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Negara-negara di seluruh dunia berusaha membangkitkan lagi perjalanan penumpang sepanjang dapat membuktikan statusnya telah bebas Covid-19. Mereka yang telah divaksin pun akan diberikan bukti tersebut, dari yang bentuknya sertifikat digital hingga paspor kesehatan.

Namun pelaksanaannya masih mengundang pertanyaan. Karena program vaksinasi Covid-19 belum merata di seluruh dunia. Selain ada kekhawatiran tentang privasi data pengguna.

Uni Eropa (UE) pada Rabu (17/3) mengumumkan rencana penerbitan sertifikat perjalanan. Guna memulihkan kembali kebebasan bergerak di dalam blok, untuk warga yang sudah divaksin Covid-19.

“Dengan sertifikat digital ini, kami menargetkan negara-negara anggota dapat menerapkan kembali kebebasan bergerak secara aman, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. (Sertifikat digital) Ini akan menunjukkan baik orangnya sudah divaksin, hasil tesnya negatif, atau sudah pulih dari Covid sehingga sudah memiliki antibodi,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, seperti dikutip AFP.

Rencana tersebut tidak akan berjalan mulus. Bahkan bisa mendapatkan penolakan serius dari banyak negara anggota. Karena akan menjadi diskriminatif terhadap warga yang masih menunggu giliran untuk divaksin.

“Kami tidak menyebutnya paspor vaksin tapi sertifikat digital hijau. Ini adalah dokumen yang akan menggambarkan situasi medis orang-orang pemegang sertifika tersebut,” kata juru bicara Komisi UE Eric Mamer.

Saat ini sudah ada banyak program yang sedang dikembangkan, untuk memfasilitasi perjalanan dan ada yang dalam bentuk aplikasi ponsel pintar dan bermacam kriteria.

Paspor vaksin, misalnya, menjadi cara paling gampang untuk membuktikan sudah ada imunitas, pada saat vaksinasinya berjalan di seluruh dunia.

Ada juga aplikasi yang menerima hasil tes antibodi positif, sebagai bukti kekebalan bagi mereka yang pernah terjangkit tapi sudah sembuh.

Tapi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka yang sudah sembuh dari Covid-19 dan memiliki antibodi dapat terlindung dari infeksi kedua.

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron belum lama ini mengusulkan slip izin bebas Covid-19. Bentuknya berupa kartu lolos kesehatan.

Tapi kartu ini hanya akan berlaku di dalam negeri Prancis. Dan hanya akan mengizinkan mereka yang sudah mendapatkan dosis penuh vaksin Covid-19 untuk dapat makan di restoran dan menonton berbagai acara.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN