Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menara pendingin (Belakang) dari pembangkit listrik tenaga nuklir Emsland pada 12 Januari 2022 di Lingen, Jerman barat. (FOTO: INA FASSBENDER / AFP)

Menara pendingin (Belakang) dari pembangkit listrik tenaga nuklir Emsland pada 12 Januari 2022 di Lingen, Jerman barat. (FOTO: INA FASSBENDER / AFP)

Resesi Membayangi Jerman, Investor di Level Rendah

Rabu, 19 Okt 2022 | 14:02 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

FRANKFURT, investor.id – Kepercayaan investor Jerman naik tipis pada Oktober 2022 tetapi tetap pada level rendah, menurut survei utama pekan ini. Ekonomi utama Eropa itu kini bersiap menghadapi resesi yang dipicu oleh melonjaknya biaya energi.

Indeks ekspektasi ekonomi dari lembaga ZEW secara tak terduga naik tipis menjadi minus 59,2 poin, dari minus 61,9 poin pada September 2022.

Analis telah memperkirakan penurunan bulan keempat berturut-turut untuk Oktober 2022, karena rekor inflasi tinggi dan meroketnya harga energi setelah perang Ukraina membebani ekonomi Jerman.

Baca juga: Porsche Berpacu ke Bursa Saham Jerman dengan Mega IPO

Advertisement

Namun Presiden ZEW Achim Wambach mengatakan meskipun ekspektasi responden sedikit membaik untuk enam bulan mendatang, proyeksinya secara keseluruhan tetap suram.

Dia mencatat bahwa survei, di mana angka negatif berarti sebagian besar investor pesimis, juga mencatat penurunan tajam kepercayaan investor tentang situasi ekonomi Jerman saat ini.

Angka itu turun 11,7 poin di Oktober 2022 menjadi minus 72,2 poin.

“Situasi ekonomi saat ini sekali lagi dinilai secara signifikan lebih buruk dari bulan sebelumnya,” kata Wambach dalam sebuah pernyataan, Selasa (19/10).

“Kemungkinan produk domestik bruto (PDB) riil akan turun dalam enam bulan ke depan pun meningkat pesat. Secara keseluruhan, prospek ekonomi kembali memburuk,” jelasnya.

Pemerintah Jerman pada pekan lalu mengatakan negara itu diperkirakan turun ke dalam resesi tahun depan dan menyusut 0,4% karena dampak dari perang Rusia di Ukraina.

Seperti negara-negara Eropa lainnya, Jerman bersiap menghadapi krisis energi musim dingin ini. Sebelumnya pemerintah Rusia menutup pipa gas Nord Stream 1 yang penting, membuat pembangkit tenaga listrik industri berebut mendiversifikasi pasokan.

Kemungkinan Resesi Terdalam

“Jerman sudah terpukul lebih keras daripada kebanyakan negara maju lainnya ... mengingat ketergantungannya yang kuat pada gas dalam pembangkit energi, sektor industri besar-besaran yang intensif energi, dan ketergantungan pada ekspor,” kata ekonom Franziska Palmas dari Capital Economics.

“Kami terus memperkirakan Jerman akan mengalami resesi terdalam di antara negara-negara zona euro dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.

Baca juga: Jerman akan Pakai Windfall Profit untuk Bantuan Inflasi 65 Miliar Euro

Pemerintah Jerman telah menjanjikan dana energi 200 miliar euro (US$ 198 miliar) untuk melindungi dampak pada rumah tangga dan bisnis.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com