Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Delegasi Indonesia di WEF Davos 2020.

Delegasi Indonesia di WEF Davos 2020.

BANK-BANK SENTRAL BERKOMITMEN ATASI KRISIS IKLIM

RI Jalankan Transformasi Ekonomi Inklusif

Iwan Subarkah Nurdiawan, Sabtu, 25 Januari 2020 | 01:14 WIB

DAVOS, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan berbagai strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nasional dan nilai ekspor Indonesia. Salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan transformasi ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level di atas 6% dalam kurun waktu 2020-2024.

Hal itu diungkapkan Hartarto saat menjadi panelis pada sesi “Government’sStrategy: Advancing Nation’s Productivity and Export” yang diselenggarakan di Indonesia Pavilion, dalam rangkaian Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos-Swiss, Rabu (22/1).

Menko Airlangga  menyatakan, di tengah kondisi perekonomian global yang diprediksi mengalami pelambatan, Indonesia menunjukkan per forma positif. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat mencapai 5,3% dengan tingkat inflasi yang terkendali.

“Dengan modalitas yang dimiliki serta pelaksanaan economic transformation, kita percaya diri bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif di tengah kondisi perekonomian global yang menghadapi ketidakpastian,” ujarnya.

Saat ini, kata Airlangga, pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang melakukan berbagai kebijakan afirmatif sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing. Mulaidari simplifikasi peraturan nasional melalui Omnibus Law (khususnya RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Perpajakan) hingga berbagai kebijakan yang fokus pada peningkatan investasi di sektor industri yang memberikan nilai tambah tinggi (high value-added industry).

”Hal tersebut diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6% dalam kurun waktu 2020-2024,” kata Airlangga.

Selanjutnya, bertempat di Davos Congress Centre, Menko Airlangga bersama Menko Kemaritiman danInvestasi Luhut Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Komunikasi dan Informasi Jhony Plate, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menghadiri forum ”Multilateral Meeting on WEF ASEAN Summit 2020”.

Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).
Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).

Dalam forum yang diikuti pula oleh sejumlah pengusaha nasional dan pejabat WEF tersebut, dibahas mengenai rencana pelaksanaan pertemuan WEF on ASEAN pada Juli 2020, di mana Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah.

WEF on ASEAN Summit ini diharapkan dapat menjadi sarana tukar gagasan terkait beberapa topik yang penting bagi perkembangan kawasan Asean dan Indo-Pasifik seperti: pembangunan infrastruktur, konektivitas, pengembangan industri, dan pelestarian lingkungan.

Pembahasan terkait inklusi keuangan tidak luput dari topik yang disampaikan Menko Perekonomian dalam forum WEF ini. Dalam pertemuannya dengan Presiden VISA dan Ratu Maxima dari Belanda sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif, Airlangga berbagi kisah mengenai perkembangan inklusi keuangan di Indonesia.

Airlangga menyambut positif rencana keberlanjutan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Ratu Maxima dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, khususnya melalui berbagai skema yang dapat menyertakan kelompok masyarakat yang berada di lapisan bawah. Agenda hari kedua Menko Perekonomian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral untuk membahas peluang kerja sama ekonomi dengan ATKearney Global, Prudential, Menteri UKM dan Startup Korea Selatan, serta ArcelorMittal.

Krisis Iklim

Kanselir Jerman Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel

Sementara itu, pembahasan tentang krisis iklim membahana di World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss. Kanselir Jerman Angela Merkel yang menjadi pembicara utama di hari ketiga, Kamis (23/1) mengatakan, persoalan ini dapat menjadi masalah bertahan hidup. Berbicara di Jerman, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan, pihaknya akan mempelajari apa peran bank sentral dalam memerangi perubahan iklim.

Dalam diskusi lain di Davos, para ilmuwan menolak kritik Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di hari pertama, bahwa mereka selalu menggaungkan kehancuran. Merkel mengatakan, ia prihatin dengan konflik antara para aktivis yang berjuang bagi planet yang lebih bersih dan para pihak yang tidak meyakini pemanasan global. Ia menandaskan, bukti-bukti ilmiahnya sangat jelas. Ia meminta agar fakta-fakta yang ada jangan dikaburkan dengan emosi.

“Pertanyaan tentang bagaimana mencapai sasaran-sasaran Pakta Paris dapat menjadi masalah bertahan hidup bagi seluruh benua (Eropa) sehingga itu lah pentingnya aksi. Waktu terus bergulir dan menekan. Kita harus hatihati sebagai warga masyarakat yang lebih tua untuk memperlakukan para anak muda yang tidak sabaran secara positif dan membangun,” tutur Merkel.

Berbicara pada konferensi pers di Frankfurt, Jerman, Lagarde mengatakan ECB akan mempelajari peran apa yang dapat dimainkan oleh bank sentral untuk memerangi perubahan iklim. Hal ini akan menjadi bagian dari pengkajian ulang kebijakan ECB, yang diumumkannya dalam konferensi pers tersebut. Lagarde mengingatkan bahayanya bila tidak berbuat apa pun.

“Walaupun mandat stabilitas harga-harga akan selalu menjadi yang pertama, kita harus setidaknya berusaha mempelajari setiap area yang mana kita dapat berpartisipasi aktif. Saya pikir kegagalan untuk mencoba akan menjadi sebuah kegagalan itu sendiri,” kata Lagarde.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde. ( Foto: AFP / Kenzo TRIBOUILLARD )
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde. ( Foto: AFP / Kenzo TRIBOUILLARD )

Kalangan analis mengatakan, peran bank sentral bisa dengan memilih aset-aset yang lebih hijau. Atau memasukkan risiko-risiko iklim ke dalam proyeksi ekonomi serta aspek-aspek lainnya. Seperti dalam hal pengawasan perbankan.

Merkel mengatakan, tekanan yang dihadapi masyarakat dunia menegaskan bahwa ini sudah menjadi dekade untuk beraksi mengatasi pemanasan global. Selain bahwa ada konflik-konflik serius di masyarakat yang harus juga diatasi.

“Ada sekelompok orang yang tidak menganggap perubahan iklim itu mendesak. Dalam alam demokrasi, kita harus merangkul orang-orang itu. Kapan pun fakta dan emosi berbaur, akan selalu ada yang mengembangkan narasi-narasi anti-fakta. Jadi semua orang harus bicara bersama dan menjembatani segala perbedaan,” kata dia.

Trump dalam pidatonya di Davos mengkritik para aktivis iklim sebagai penyampai kehancuran abadi. Komentarnya ini menegaskan pandangannya yang menafikan perubahan iklim, yang berseberangan dengan consensus di kalangan ilmuwan bahwa dunia sudah harus beraksi.

Pada saat aktivis remaja tentang iklim Greta Thunberg menuding para pemimpin dunia berpangku tangan, Trump menolak seruan untuk segera bertindak. Ia malah mendorong dunia untuk tetap mengembangkan optimisme.

“Untuk merengkuh peluang-peluang di masa depan, kita harus menafikan seruan-seruan kehancuran abadi dan prediksi-prediksi mereka tentang kiamat,” kata Trump.

Pemerintahan Trump sudah mencabut kembali regulasi-regulasi utama tentang lingkungan. Trump bahkan menarik AS dari Pakta Paris. Walau begitu, ia berkukuh untuk menginginkan air dan udara bersih.

Presiden AS Donald Trump. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )
Presiden AS Donald Trump. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Trump mengatakan, AS akan ikut serta dalam program Satu Triliun Pohon, sebuah program yang bertujuan merestorasi satu triliun pohon pada 2050. Para ilmuwan mengatakan, tugas mereka adalah menyampaikan bukti- bukti tentang darurat iklim di dunia saat ini.

“Sebagian orang dapat menyebut para ilmuwan iklim sebagai penyeru kehancuran. Saya tidak sepakat karena menurut saya kami hanya lah menyampaikan bukti-bukti,” ujar Gail Whiteman, pendiri Arctic Basecamp dan direktur Pentland Centre for Sustainability in Business di Lancaster University, Rabu, di Davos.

Jeremy Wilkinson, fisikawan es lautan dari British Antarctic Survey mengatakan kepada CNBC, sebagai ilmuwan mereka selalu optimistis. Malahan sekarang lebih optimistis lagi karena munculnya gerakan para pemuda selama 12 bulan terakhir.

“Gerakan itu sudah membuka mata orang-orang tentang krisis iklim yang kita alami. Sekarang terserah yang lainnya. Kami harus melihat para CEO, kami harus menyandingkan dengan ilmu pengetahuan, karena fakta-fakta ilmiah sangat penting dalam menemukan solusi secara bersama- sama,” kata dia.

Para pemimpin global berbagi perspektif  tentang teknologi berdampak positif di WEF Davos, Swiss. (Foto: Grab Indonesia)
Para pemimpin global berbagi perspektif tentang teknologi berdampak positif di WEF Davos, Swiss. (Foto: Grab Indonesia)

Para CEO yang hadir dan berbicara di Davos, semuanya menyinggung masalah perubahan iklim. Dari perusahaan teknologi, perusahaan-perusahaan minyak, hingga korporasi global di seluruh sektor. Mereka menyuarakan rencana aksi iklim untuk mengurangi emisi karbon dan mengadopsi ekonomi rendah karbon di masa depan.

“Semua orang membicarakannya,” ujar Alain Roumilhac, CEO ManPower- Group France, kepada AFP, Rabu. Salah satu gagasan tentang penyelamatan planet yang mendapatkan perhatian serius dari para raksasa industri -termasuk dari Shell, BP, dan ENI- adalah menanam pohon. Karena pohon menyerap dan menyimpan CO2 seiring terus tumbuh.

“Kita dihadapkan pada krisis iklim dan pohon adalah salah satu cara paling efektif untuk menangkap karbon,” ujar Marc Benioff, pendiri dan chairman perusahaan komputasi awan Salesforce.

Masalah Ekonomi

Christine Lagarde. Foto: IST
Christine Lagarde. Foto: IST

Kembali ke masalah ekonomi, Lagarde dalam konferensi persnya mengatakan risiko-risiko yang dihadapi oleh ekonomi zona euro sudah mereda, setelah AS dan Tiongkok mencapai gencatan perang dagang.

Ia mengatakan, kebijakan moneter sangat longgar tetap dibutuhkan karena tingkat inflasi masih terus rendah dan laju petumbuhan masih rendah.

“Risiko-risiko terkait faktor geopolitik, naiknya proteksionisme, dan kerawanan-kerawanan di pasar berkembang tetap berpotensi menekan, tapi sudah mereda karena sebagian ketidakpastian yang menyelimuti perdagangan internasional sudah hilang,” kata Lagarde.

Ia menyebut kesepakatan fase pertama AS-Tiongkok sudah mengurangi ketidakpastian. Tapi juga akan menimbulkan dampak yang keras kepada negara-negara lain. Akan ada yang menjadi pemenang dan pecundang. “ECB sekarang akan mempelajari dengan sangat seksama dampak dari kesepakatan tersebut,” ujar Lagarde.

Merkel dalam pidatonya mengatakan, selama 15 tahun menjadi kanselir, dirinya adalah pembela mati-matian multilateralisme.

“Kami akan menjaga multilateralisme. Karena cara paling efektif untuk menciptakan kemakmuran global adalah cara yang multilateral,” kata dia.

Berbicara kepada CNBC di Davos, Kamis, CEO perusahaan kapal kargo terbesar dunia Maersk Soren Skou mengatakan, terlalu dini untuk menilai apakah kesepakatan dagang fase pertama AS-Tiongkok akan meningkatkan volume perdagangan via laut.

“Apa yang kami ingin lihat adalah hal-hal yang mengurangi ketidakpastian di dunia. Khususnya ketidakpastian bagi para pemimpin bisnis. Jadi jika investasi meningkat lagi dan arus barang modal lancar lagi, itu lah hal yang penting,” ujar dia. (hg/afp/sumber-sumber lain)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA