Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menlu RI Retno Marsudi menjadi pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati dan Mempromosikan Hari Internasional untuk Perlucutan Senjata Nuklir di New York, Amerika Serikat (AS). ( Foto: kemlu.go.id )

Menlu RI Retno Marsudi menjadi pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati dan Mempromosikan Hari Internasional untuk Perlucutan Senjata Nuklir di New York, Amerika Serikat (AS). ( Foto: kemlu.go.id )

RI Prihatin Atas Kurangnya Komitmen untuk Perlucutan Senjata Nuklir

Selasa, 27 September 2022 | 14:51 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengingatkan soal senjata nuklir yang dapat menjadi ancaman nyata bagi umat manusia.

Dalam Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati dan Mempromosikan Hari Internasional untuk Perlucutan Senjata Nuklir di New York, Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/9), Retno mengungkapkan keprihatinan Indonesia terhadap perkembangan yang lambat dan kurangnya komitmen dalam upaya perlucutan senjata nuklir.

“Apalagi saat ini terdapat lebih dari 13 ribu senjata nuklir di dunia. Sementara itu, negara-negara yang memiliki senjata nuklir terus lakukan modernisasi persenjataan nuklir mereka,” ujar dia.

Baca Juga: Berbicara di PBB, Menlu RI Usung Paradigma Kolaborasi Atasi Tantangan Global

Menlu Retno pun menyampaikan tiga pesan utama, bahwa yang pertama, perlucutan senjata nuklir harus terus menjadi prioritas bersama. Kemudian yang kedua, mekanisme perlucutan senjata global perlu diperkuat, dan yang ketiga bahwa pemanfaatan energi nuklir untuk keperluan damai harus terus dikedepankan.

“Keselamatan umat manusia dari bencana nuklir merupakan tanggung jawab seluruh negara. Dalam hal ini, Indonesia terus berkomitmen dalam mendukung upaya tersebut,” katanya menegaskan.

Baca Juga: Putin Diwanti-wanti Tidak Pakai Senjata Nuklir

Sebagai informasi, peringatan Hari Internasional untuk Perlucutan Senjata Nuklir dilakukan dalam rangka mendorong seluruh negara nuklir menjalankan komitmennya guna menghapus senjata nuklir, serta bekerja sama dalam memastikan hak setiap negara dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Pertemuan tersebut erupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan atas mandat Resolusi Majelis Umum (MU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 68/32 (2013) yang diajukan oleh Indonesia, atas nama Gerakan Non-Blok.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com