Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo perusahaan konglomerasi industri Jerman, ThyssenKrupp.  (AFP / INA FASSBENDER)

Logo perusahaan konglomerasi industri Jerman, ThyssenKrupp. (AFP / INA FASSBENDER)

Rugi Bersih Thyssenkrupp Melebar

Jumat, 14 Agustus 2020 | 07:47 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BERLIN, investor.id – Konglomerat industri Jerman, Thyssenkrupp, menyampaikan bahwa laporan kerugiannya di kuartal III-2020 telah melebar akibat penutupan pabrik terkait pandemi virus corona Covid-19. Menurut pernyataan, perusahaan membukukan rugi bersih 678 juta euro (US$ 800 juta) dalam tiga bulan hingga Juni tahun ini.

Catatan kerugian itu jauh lebih tinggi dibandingkan kerugian setahun sebelumnya yang mencapai 94 juta euro, walau masih lebih kecil dari kerugian 948 juta euro yang tercatat pada tiga bulan sebelumnya.

“Kinerja Thyssenkrupp dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal saat ini secara signifikan dipengaruhi oleh efek pandemi virus corona. Sebagai akibat dari penutupan pabrik sementara pada pelanggan maka produksi di banyak area hampir terhenti pada awal kuartal ketiga,” demikian menurut pernyataan perusahaan.

Ditambahkan bahwa kelompok produsen baja hingga kapal selam ini sudah dilanda kesulitan bisnis sebelum pandemi melanda. Sedangkan di perdagangan bursa saham Frankfurt pada Kamis (13/8), saham Thyssenkrupp menunjukkan kerugian 15%.

Thyssenkrupp, yang menjalankan tahun bisnisnya dari Oktober hingga September, mengungkapkan bahwa pesanan yang masuk pada Kuartal III mengalami penurunan dari 10,2 miliar euro pada tahun sebelumnya, menjadi 6,7 miliar euro.

Thyssenkrupp menuturkan bisnis material dan komponennya – sebagai pemasok utama industri otomotif – sangat terpukul oleh aturan karantina atau lockdown terkait virus corona karena pabrik-pabrik dan diler-diler diharuskan tutup selama berminggu-minggu.

Grup tersebut juga mengatakan, pihaknya menghadapi tantangan yang sedang berlangsung dalam bisnis baja di lingkungan pasar umum yang sudah sulit.

Operasional produsen baja bersejarah ini dilaporkan sudah sejak lama bergulat menghadapi persaingan sengit tentang kelebihan pasokan yang datang dari Tiongkok. Namun upaya untuk menggabungkan unit Steel Eropa dengan Tata Steel India terhalang oleh otoritas persaingan usaha Eropa pada tahun lalu.

Alhasil, Thyssenkrupp pun berharap dapat meraih keuntungan dari penjualan unit elevator yang menguntungkan seharga 17,2 miliar euro pada Februari. Penjualan itu memungkinkan grup untuk membukukan laba bersih yang sangat positif untuk tahun ini secara keseluruhan.

“Sementara kami sekarang melihat tanda-tanda stabilisasi, restrukturisasi yang akan datang dan pembersihan neraca akan terus membebani pendapatan pada kuartal saat ini. Dengan hasil dari transaksi lift, sekarang kami akhirnya dapat secara sistematis mengatasi langkah-langkah yang terlambat,” kata CEO Thyssenkrupp Martina Merz. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN