Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat mengantre untuk mendapatkan vaksin virus corona Covid-19, di pusat vaksinasi di Taman Sokolniki, Moskow, Rusia, pada 2 Juli 2021. ( Foto: DIMITAR DILKOFF / AFP )

Masyarakat mengantre untuk mendapatkan vaksin virus corona Covid-19, di pusat vaksinasi di Taman Sokolniki, Moskow, Rusia, pada 2 Juli 2021. ( Foto: DIMITAR DILKOFF / AFP )

Rusia Catatkan 25.000 Kasus Infeksi Harian

Senin, 5 Juli 2021 | 07:09 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia menghitung ada lebih dari 25.000 kasus infeksi harian baru pada Minggu (4/7), setelah sepekan mencatat angka kematian yang disebabkan varian Delta yang sangat menular dan mendorong kebangkitan pandemi virus corona Covid-19 global.

Virus corona telah menewaskan hampir empat juta orang di seluruh dunia dan memaksa banyak negara untuk memberlakukan kembali pembatasan, lebih dari setahun setelah pecahnya pandemi.

Sejauh ini, Negeri Beruang Merah masih mengesampingkan aturan karantina (lockdown) baru. Padahal, kasus infeksi 25.142 pada Minggu adalah angka terbesar sejak 2 Januari. Rekor kematian akibat virus corona lima hari berturut-turut naik menjadi 697 jiwa pada Sabtu (3/7), sebelum turun menjadi 663 jiwa pada Minggu.

Sikap skeptisisme yang meluas, dan peluncuran vaksin yang lamban menyebabkan baru ada 16% dari 146 juta penduduk Rusia yang divaksinasi.

Presiden Vladimir Putin telah mendesak penduduk Rusia untuk mendapatkan vaksinasi, dan mendengarkan para ahli daripada rumor.

Sementara itu, Asia kembali berada di garis depan. Sebanyak 168 juta penduduk Bangladesh di bawah karantina nasional yang ketat selama seminggu, dengan patroli yang dilakukan oleh polisi dan tentara. Menurut laporan, kota Khulna, yang berbatasan dengan India, telah menjadi pusat penyebaran virus di Bangladesh menyusul gelombang Delta baru yang mengerikan. Bahkan banyak rumah sakit yang sudah kewalahan, tidak mampu mengatasinya.

Salah satu warga bernama Mohammad Siddik tampak bersandar pada tabung oksigen kosong. Dia menangis seraya memberi tahu kerabat yang lain melalui ponsel, bahwa saudara lelakinya yang berusia 50 tahun telah meninggal dunia.

Pria yang berprofesi sebagai penguasa itu membawa saudaranya ke rumah sakit karena kondisi yang semakin buruk. Namun dia tidak bisa memperoleh tempat tidur dan tidak ada oksigen. “Dia meninggal karena sesak napas di koridor rumah sakit,” kata Siddik kepada AFP.

Di Indonesia, pemerintah memberlakukan karantina sebagian mulai Sabtu, dan telah mencatatkan 25.000 kasus infeksi serta 539 kematian di mana keduanya tercatat sebagai angka harian baru. Masjid, restoran, dan pusat perbelanjaan telah ditutup untuk seluruh pulau Jawa dan Bali, mengingat beban kasus harian menunjukkan peningkatan 4 kali lipat dalam waktu kurang dari sebulan.

Varian Delta menyumbang lebih dari 80% kasus baru di beberapa daerah, kata kementerian kesehatan Indonesia.

“Pembatasan yang lebih ketat datang terlambat. Dulu, orang yang terkena Covid-19 adalah orang yang tidak saya kenal, tetapi sekarang orang-orang terdekat saya juga yang terinfeksi. Virus ini semakin dekat dan menakutkan,” tutur Maya Puspita Sari, seorang warga Jakarta.

Iran Khawatir Gelombang Kelima

Iran yang berada di kawasan Timur Tengah juga tidak luput dari virus corona, yang sedan diperangi. Pihak berwenang memperingatkan bahwa negara itu mungkin akan dilanda gelombang infeksi lain.

“Dikhawatirkan bahwa kita sedang menuju gelombang kelima di seluruh negeri,” ujar Presiden Hassan Rouhani kepada gugus tugas anti-virus Iran.

Dia memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati, karena varian Delta telah menyebar di provinsi-provinsi bagian selatan.

Varian Delta, pertama kali diidentifikasi di India dan sekarang hadir setidaknya di 85 negara. Varian ini telah mendorong peningkatan wabah di tempat-tempat yang sebelumnya dapat menghindari kerusakan akibat pandemi.

Salah satunya di Fiji. Wilayah ini selama setahun terakhir tidak mencatatkan kasus yang disebabkan virus corona, sampai akhirnya varian Delta terindentifikasi pada April dan meningkatkan kasus infeksi terbesar yang pernah pada Sabtu.

Pihak berwenang telah melaporkan dua angka kematian. Mereka memperingatkan bakal lebih banyak lagi kasus bermunculan ketika virus itu mengancam sistem kesehatan negara di Pasifik Selatan itu.

Afrika sempat terhindar dari pandemi terburuk. Namun kemunculan varian Delta mendongkrak jumlah infeksi di benua itu selama enam minggu berturut-turut. Tercatat, angka kematian naik 15% di 38 negara Afrika menjadi hampir 3.000 pada periode yang sama. Sementara di Afrika Selatan, negara yang paling terpukul di benua itu, mencatat rekor baru pada Jumat (2/7), yakni 24.000 kasus.

“Kami memang berada di tengah badai gelombang ketiga,” tutur Wakil Menteri Kesehatan Joe Phaahla.

Di Brasil, wilayah Amerika Selatan, telah mencatat lebih dari 500.000 kematian akibat Covid-19. Ribuan orang dilaporkan turun lagi ke jalan-jalan untuk memprotes Presiden Jair Bolsonaro, yang sedang menjalani penyelidikan atas kesepakatan vaksin yang diduga dikorupsi. Ini adalah hari ketiga aksi demonstrasi yang digelar untuk menentang pemerintah, yang dituding salah dalam menangani pandemi. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN