Menu
Sign in
@ Contact
Search
Papan iklan mempromosikan layanan kontrak tentara dengan gambar seorang prajurit dan slogan bertuliskan

Papan iklan mempromosikan layanan kontrak tentara dengan gambar seorang prajurit dan slogan bertuliskan "Melayani Rusia adalah pekerjaan nyata" di Saint Petersburg, Rusia pada 20 September 2022. (FOTO: Olga MALTSEVA / AFP)

Rusia Klaim Kemenangan Voting Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

Rabu, 28 September 2022 | 12:00 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KIEV, investor.id – Otoritas yang ditempatkan Kremlin di empat wilayah Ukraina di bawah kendali Rusia mengklaim kemenangan dalam voting aneksasi. Pengumuman ini menarik kemarahan global, karena pemerintah Rusia memperingatkan pihaknya dapat menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayah tersebut.

Pemerintah Ukraina dan sekutunya mencela voting referendum itu palsu. Barat mengatakan tidak akan pernah mengakui hasil pemungutan suara, yang secara dramatis telah meningkatkan taruhan serangan tujuh bulan Rusia.

Pihak berwenang pro Rusia di Zaporizhzhia mengatakan 93,11% pemilih mendukung bergabung dengan Rusia, menurut penghitungan awal Selasa (27/9) malam.

Baca juga: Medvedev: Senjata Nuklir ke Ukraina Mungkin jika Rusia Terancam

Di Kherson, wilayah lain yang diduduki Rusia di Ukraina selatan, para pejabat mengatakan lebih dari 87,05% pemilih mendukung langkah itu setelah semua surat suara dihitung.

Di wilayah Lugansk timur yang dikuasai oleh separatis pro Rusia, pihak berwenang setempat mengatakan lebih dari 98,42% memilih mendukung aneksasi, menurut pihak berwenang setempat.

Para pejabat di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia juga mengklaim kemenangan, dengan badan jajak pendapat lokal mengatakan 99,23% suara adalah untuk aneksasi.

“Menyelamatkan orang-orang di wilayah di mana referendum ini berlangsung ... adalah fokus perhatian seluruh masyarakat kita dan seluruh negara,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan televisi dengan para pejabat, menurut laporan AFP Rabu (28/9).

Baca juga: AS Peringatkan Rusia Tentang Konsekuensi Serangan Nuklir

Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan pemungutan suara akan memiliki implikasi hukum radikal. Menurutnya, apa yang disebut referendum juga akan memiliki konsekuensi bagi keamanan. Peskov mengacu pada ancaman pemerintah Rusia menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayahnya.

Tidak Ada yang Perlu Dibicarakan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa berikrar bahwa pemerintah akan membela warganya di wilayah yang dikuasai Rusia. Ia menolak referendum dan menyebutnya sebagai “lelucon”.

Dia mengatakan pemungutan suara berarti pihak Ukrana tidak akan bernegosiasi dengan Rusia.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan dengan (presiden) Rusia saat ini,” kata Zelensky.

Pasukan Rusia bulan ini telah mengalami kemunduran serius di timur dan selatan Ukraina. Menurut pengamat, kondisi ini mendorong Putin maju dengan pemungutan suara untuk memperkuat otoritas Rusia di sana.

Putin mengatakan pemerintah Rusia akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk mempertahankan wilayahnya. Ia menyiratkan bahwa setelah aneksasi, Rusia dapat mengerahkan senjata nuklir demi menolak upaya Ukraina untuk merebut kembali wilayah itu.

Baca juga: Voting Berakhir untuk Tentukan Pencaplokan Wilayah Ukraina

“Saya ingin mengingatkan Anda, orang tuli yang hanya mendengar diri mereka sendiri. Rusia memiliki hak untuk menggunakan senjata nuklir jika perlu,” kata mantan pemimpin Dmitry Medvedev, sekutu Putin yang sekarang menjadi wakil ketua dewan keamanan Rusia, di media sosial.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com