Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo setelah konferensi pers di Kremlin, Rusia pada 30 Juni 2022. (FOTO: Pavel BEDNYAKOV / Sputnik / AFP)

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo setelah konferensi pers di Kremlin, Rusia pada 30 Juni 2022. (FOTO: Pavel BEDNYAKOV / Sputnik / AFP)

Saat Kunjungan Jokowi, Putin Sangkal Rusia Membayangi Krisis Pangan Global

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:14 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin membantah bahwa Rusia memikul tanggung jawab atas krisis pangan global yang menjulang akibat konflik di Ukraina.

Produksi Ukraina, pengekspor utama biji-bijian terutama jagung dan gandum, terhambat oleh serangan militer Rusia. Kondisi ini memicu lonjakan harga dan kekhawatiran soal kekurangan pangan, yang terutama akan mempengaruhi negara-negara termiskin.

“Kami tidak membatasi ekspor pupuk, maupun ekspor produk makanan,” kata Putin saat menyambut pemimpin Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Kremlin pada Kamis (30/6). Tahun ini Indonesia menjabat sebagai presiden G20.

“Tidak menghalangi ekspor gandum Ukraina,” kata Putin, seraya menambahkan bahwa Rusia terus-menerus berhubungan dengan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab atas masalah tersebut.

Baca juga: Putin Jamin Keamanan Jalur Pasokan Pangan, Jokowi: Ini Berita Baik!

Putin malah menyalahkan sanksi Barat yang dijatuhkan pada Rusia. Dia mengatakan bahwa dengan menargetkan pemilik perusahaan pupuk, sanksi Barat telah menciptakan kondisi yang membuatnya jauh lebih sulit untuk mengirimkan produk tertentu secara internasional.

Pemerintah Rusia mengatakan akan mengizinkan kapal Ukraina yang sarat dengan produk makanan untuk pergi, jika militer Ukraina menjinakkan pelabuhannya. Opsi ini ditolak oleh pemerintah Ukraina, yang mengkhawatirkan keselamatan pantai Laut Hitamnya.

Sementara itu, Rusia yang juga kekuatan penghasil biji-bijian, tidak dapat menjual hasil panen dan pupuknya karena sanksi Barat mempengaruhi sektor keuangan dan logistik.

Kremlin mengumumkan minggu ini bahwa mereka telah merespon secara positif undangan ke konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 yang akan diadakan di Bali pada November 2022, menyarankan bahwa Putin akan hadir secara langsung.

Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi sempat mengatakan setelah pertemuan puncak G7 yang dihadiri Jokowi, bahwa Indonesia telah mengesampingkan kehadiran Putin. Pernyataan ini dibantah oleh Kremlin.

Persyaratan partisipasi Rusia akan ditentukan setelah analisis situasi, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Siap Jadi Jembatan Komunikasi Antara Putin dan Zelensky

Negara-negara Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), menekan Indonesia untuk mengecualikan Rusia dari pertemuan itu. Di sisi lain, Jokowi juga juga mengundang pemerintah Ukraina sebagai negara tamu.

Jokowi sebelumnya mengunjungi Ukraina pada Rabu (29/6).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com