Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi saham Asia. (FOTO: Investor Daily)

Ilustrasi saham Asia. (FOTO: Investor Daily)

Saham Asia Pasifik Mixed Setelah Kenaikan Kuat

Jumat, 12 Agustus 2022 | 08:41 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Saham Jepang melonjak kembali di perdagangan, sementara saham di Asia Pasifik terlihat mixed pada perdagangan Jumat (12/8) menyusul kenaikan kuat di sesi sebelumnya, karena investor mencerna laporan inflasi Amerika Serikat (AS).

Nikkei 225 sempat naik 2% dan terakhir diperdagangkan 1,92% lebih tinggi, sedangkan indeks Topix naik 1,59%. Pasar Jepang ditutup Kamis (11/8) untuk liburan.

Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 0,52%.

Kospi Korea Selatan naik 0,28%, sedangkan Kosdaq sekitar datar.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,14%.

Pasar Thailand tutup untuk hari libur pada Jumat.

Semalam di AS, indeks utama berjuang untuk arah sebelum ditutup bervariasi.

S&P 500 sedikit lebih rendah di 4.207,27, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,58% menjadi 12.779,91. Dow naik tipis 27,16 poin, atau 0,08%, lebih tinggi ke 33.336,67. Tiga rata-rata utama membuka sesi lebih tinggi tetapi kehilangan tenaga seiring berjalannya hari.

“Pasar keuangan awalnya bereaksi positif terhadap data Indeks Harga Produsen (PPI) yang menunjukkan inflasi di AS moderat, tetapi kenaikan kemudian berkurang karena kekhawatiran pasar mungkin bereaksi berlebihan,” menurut catatan ANZ Research pada Jumat.

PPI untuk Juli turun 0,5% dari Juni 2022, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,2%, menurut survei Dow Jones.

Pada berita perusahaan, Credit Suisse dilaporkan telah mengajukan permohonan untuk memulai proses hukum formal di Pengadilan Tinggi Inggris terhadap perusahaan teknologi Jepang SoftBank Group atas sengketa US$ 440 juta.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 105,154 setelah penurunan baru-baru ini dari di atas 106.

Yen Jepang diperdagangkan pada 132,94 per dolar, setelah menguat awal pekan ini. Dolar Australia berada di level US$ 0,7105, tepat di atas level US$ 0,71.

Minyak mentah berjangka AS turun 0,17% menjadi US$ 94,18 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 0,14% menjadi US$ 99,46 per barel.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com