Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seseorang di lantai Bursa Efek New York (NYSE) menonton layar TV pada 27 Juli 2022. (FOTO: TIMOTIUS A. CLARI / AFP)

Seseorang di lantai Bursa Efek New York (NYSE) menonton layar TV pada 27 Juli 2022. (FOTO: TIMOTIUS A. CLARI / AFP)

Saham Wall Street Jatuh karena Ketegangan AS-Tiongkok

Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:44 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Saham Wall Street mengakhiri sesi volatilitas Selasa (Rabu pagi WIB) lebih rendah, menyusul komentar lebih hawkish dari bank sentral AS. Di samping itu, investor gelisah memantau respons pemerintah Tiongkok terhadap kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Imbal hasil (yield) pada obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun naik tajam menyusul komentar dari Presiden Federal Reserve (Fed) Cleveland Bank Loretta Mester dan gubernur bank sentral lainnya, yang terus menjanjikan kenaikan suku bunga agresif untuk melawan inflasi.

Advertisement

Gubernur Fed Jerome Powell pekan lalu telah mengambil langkah keras pada kenaikan harga, setelah mengumumkan kenaikan tiga perempat poin persentase atau 75 basis poin (bps) kedua berturut-turut dalam suku bunga acuan. Namun data ekonomi yang lemah meningkatkan proyeksi investor bahwa regulator akan mulai memutar kembali kampanye mereka memerangi inflasi.

Tetapi pernyataan anggota Fed baru-baru ini lebih hawkish daripada apa yang dimasukkan ke dalam asumsi konsensus, kata kepala strategi pasar B Riley Wealth Management Art Hogan.

Sementara itu, pasar dengan hati-hati memantau pergerakan Pelosi saat ia mendarat dengan lancar di Taiwan. Namun militer Tiongkok mengatakan pihaknya dalam siaga tinggi.

“(Akan) meluncurkan serangkaian aksi militer yang ditargetkan sebagai tanggapan (atas kunjungan anggota parlemen AS itu),” kata militer Tiongkok.

Dow Jones Industrial Average turun 1,2% dan mengakhiri hari di level 32.396,17.

S&P 500 berbasis luas turun 0,7% menjadi ditutup pada 4.091,19, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 0,2% menjadi 12.348,76.

Di antara perusahaan individu, saham Caterpillar merosot 5,8% setelah mengumumkan laba yang lebih baik dari perkiraan. Tetapi perusahaan juga menunjuk masalah rantai pasokan dan dolar yang kuat sebagai hambatan.

Saham Uber melonjak 18,9% karena melaporkan pendapatan kuartalan lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 8,1 miliar di tengah permintaan yang kuat untuk layanan perjalanan dan pengiriman makanan perusahaan.

JetBlue Airways jatuh 6,4% setelah hasil menunjukkan kerugian kuartalan US$ 151 juta di tengah biaya bahan bakar dan tenaga kerja yang lebih tinggi. Laporan tersebut muncul setelah pendapatan positif dari maskapai terkemuka lainnya dan setelah JetBlue mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Spirit Airlines senilai US$ 3,8 miliar.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN