Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pemandangan menunjukkan pabrik produksi chip Samsung Electronics di Pyeongtaek, Korea Selatan pada 7 September 2022. (FOTO: Reuters/Samsung Electronics)

Pemandangan menunjukkan pabrik produksi chip Samsung Electronics di Pyeongtaek, Korea Selatan pada 7 September 2022. (FOTO: Reuters/Samsung Electronics)

Samsung Cari Solusi yang Saling Menguntungkan dalam Perang Chip Tiongkok-AS

Rabu, 7 September 2022 | 19:16 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PYEONGTAEK, investor.id – Samsung Electronics sedang mencari persamaan untuk menghasilkan solusi yang saling menguntungkan saat menavigasi pembatasan ekspor teknologi Amerika Serikat (AS) ke Tiongkok, tempat perusahaan Korea Selatan (Korsel) membuat chip. Pihaknya menyadari tantangan potensial, termasuk membawa peralatan produksi chip baru.

Pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk membatasi pengiriman peralatan tersebut ke produsen chip memori di Tiongkok untuk memperlambat kemajuan teknologi di negara saingan dan melindungi perusahaan AS, lapor Reuters bulan lalu.

Baca juga: Samsung Rilis Ringtone “Over the Horizon” Remix Terbaru Suga BTS

“Mungkin ada beberapa kesulitan dalam jangka panjang ketika kami harus memasang peralatan baru ke pabrik kami di Tiongkok,” kata CEO Kyung Kye-hyun, yang mengepalai bisnis chip Samsung, Rabu (7/0). Ia menyampaikan hal ini selama tur media ke fasilitas pembuatan chip perusahaan di Pyeongtaek, Korea Selatan.

“Kami tidak menunggangi konflik antara AS dan Tiongkok, tetapi kami mencoba menemukan solusi yang saling menguntungkan,” katanya. Menurutnya, sulit bagi Samsung untuk melepaskan pasar Tiongkok, yang dia perkirakan memasok ke lebih 40% dari industri teknologi informasi (TI) global.

Pemerintah AS dan Tiongkok telah berselisih di bidang teknologi, setidaknya sejak pemerintahan mantan presiden Donald Trump memberi sanksi kepada produsen peralatan telekomunikasi Tiongkok dengan alasan keamanan nasional.

Sejak itu, ketegangan antara kedua negara meningkat karena hubungan negara-negara yang berbeda dengan pusat produsen chip global Taiwan. Pihak AS pekan lalu melarang ekspor chip canggih untuk kecerdasan buatan (AI).

Kyung mengatakan Samsung telah menyatakan keprihatinan tentang usulan AS untuk aliansi chip yang dijuluki Chip 4, yang juga akan mencakup Jepang dan Taiwan. Ia menyampaikan Korsel perlu mencari pemahaman Tiongkok, sebelum negosiasi apa pun.

Samsung, sebagai produsen chip terbesar di dunia berdasarkan pendapatan, sedang mencari fariabel umum yang menguntungkan semua pihak berkepentingan termasuk rantai pasokan di seluruh dunia, katanya.

Penurunan Permintaan Chip

Kyung juga mengatakan penurunan permintaan chip baru-baru ini kemungkinan akan berlanjut tahun depan. Tetapi Samsung dapat menyesuaikan investasi untuk meningkatkan margin keuntungan.

Baca juga: Samsung Tambah Investasi R&D Chip US$15 Miliar pada 2028

“Kita perlu membangun hotel besar untuk mengamankan pelanggan besar,” kata Kyung. Ia mengatakan perusahaan desain chip sangat tertarik dengan fasilitas pabrik senilai US$ 17 miliar yang dibangun Samsung di Taylor, Texas, AS, di mana produksi akan dimulai pada 2024.

Samsung juga mengatakan telah mulai membuat chip memori flash NAND di lini chip ketiganya di Pyeongtaek, yang dikatakan sebagai fasilitas produksi semikonduktor terbesar di dunia.

Perusahaan juga berencana membuat chip DRAM dan menawarkan kontrak manufaktur pada lini ketiga, serta memulai pekerjaan pondasi untuk lini keempat di Pyeongtaek.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com