Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 10 Juli 2020 ini memperlihatkan seorang teknisi lab khusus untuk perumusan vaksin, dan mengenakan APD menyiapkan tabung-tabung baja tahan karat untuk persiapan pembuatan vaksin sebelum melalui fase pengisian dengan suntikan, di pusat distribusi dunia perusahaan farmasi Prancis, Sanofi, di kota Val-de-Reuil. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Foto yang diambil pada 10 Juli 2020 ini memperlihatkan seorang teknisi lab khusus untuk perumusan vaksin, dan mengenakan APD menyiapkan tabung-tabung baja tahan karat untuk persiapan pembuatan vaksin sebelum melalui fase pengisian dengan suntikan, di pusat distribusi dunia perusahaan farmasi Prancis, Sanofi, di kota Val-de-Reuil. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Sanofi Fokus ke Vaksin Lain

Rabu, 29 September 2021 | 06:49 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Raksasa farmasi Prancis, Sanofi menyatakan pada Selasa (28/7) bahwa pihaknya memutuskan untuk menghentikan pengerjaan vaksin messenger RNA (mRNA) Covid-19, meskipun hasil hasil uji coba positif. Perusahaan masih tertinggal dari para pesaingnya dalam menghasilkan vaksin untuk virus corona tersebut.

Sanofi menyatakan akan fokus pada jenis vaksin lain yang sedang dikembangkan dengan produsen obat Inggris GlaxoSmithKline. Vaksin ini sedang dalam tahap akhir uji coba pada manusia.

Sanofi juga menyatakan, vaksin mRNA Sanofi telah menunjukkan hasil positif dalam uji klinis fase satu dan fase dua. Teknologi tersebut merupakan terobosan yang digunakan oleh saingannya Pfizer- BioNTech dan Moderna.

Tetapi Sanofi mengatakan tidak akan membawanya ke fase ketiga dan terakhir. Pasalnya, vaksin itu akan terlambat didistribusikan untuk pasar dengan target 12 miliar dosis Covid-19 yang akan diproduksi pada akhir tahun.

Sebagai gantinya, perusahaan akan menggunakan teknologi mRNA untuk vaksin melawan patogen lain, termasuk flu.

"Kebutuhannya bukan untuk membuat vaksin mRNA Covid-19 baru. Tetapi untuk melengkapi Prancis dan Eropa dengan gudang senjata vaksin messenger RNA untuk pandemi berikutnya, untuk patologi baru," ujar Wakil Presiden Sanofi untuk Vaksin Thomas Triomphe kepada AFP, Selasa (28/9).

Hasil dari uji coba fase ketiga vaksin lain yang dikembangkan dengan GlaxoSmithKline diharapkan rampung sebelum akhir 2021.

Perusahaan menggabungkan antigen yang dikembangkan Sanofi. Antigen tersebut merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi ajuvan GSK, zat yang meningkatkan respons imun yang dipicu oleh vaksin.

Melawan Flu dan Malaria

Teknologi messenger RNA bekerja dengan menyediakan sel manusia dengan instruksi genetik untuk membuat protein permukaan dari virus corona, melatih sistem kekebalan untuk mengenali virus yang sebenarnya.

Sanofi mengatakan hasil awal untuk produk mRNA menunjukkan antibodi ditunjukkan oleh 91%-100% peserta uji coba, dua minggu setelah suntikan kedua.

Tidak ada efek samping yang diamati dan toleransi vaksin sebanding dengan vaksin mRNA lain yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. Respons imun dari vaksin Sanofi mRNA kuat, kata Triomphe.

Sanofi telah bekerja sejak Maret 2020 dengan Translate Bio, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang mengkhususkan diri dalam teknologi mRNA. Pihaknya bahkan telah membeli perusahaan biotek seharga 2,7 miliar euro (US$ 3,2 miliar) pada awal Agustus 2021.

Sanofi telah meluncurkan uji coba baru untuk vaksin flu musiman dan berniat untuk memulai uji klinis tahun depan.

"(Hasil dari vaksin mRNA Covid-19) jelas akan membantu menginformasikan jalan ke depan untuk pengembangan program-program mRNA kami," kata Riset Global Sanofi Jean-Francois Toussaint.

BioNTech Jerman, yang mengembangkan vaksin mRNA virus corona dengan raksasa farmasi AS Pfizer, pada Juli 2021 telah mengumumkan akan memulai uji coba vaksin malaria menggunakan teknologi mRNA.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN