Menu
Sign in
@ Contact
Search
File foto yang diambil pada 14 Januari 2014 ini menunjukkan pemandangan udara dari Pulau Tiran (tengah), Laut Merah, dan Sanafir (latar belakang) di Selat Tiran antara Semenanjung Sinai Mesir dan Arab Saudi di mulut Teluk Aqaba. Saat Presiden AS Joe Biden mengunjungi Timur Tengah, satu masalah yang akan dibahas adalah status dua pulau kecil di Laut Merah Tiran dan Sanfir yang tidak berpenghuni, tetapi memiliki nilai strategis utama. (FOTO: AFP)

File foto yang diambil pada 14 Januari 2014 ini menunjukkan pemandangan udara dari Pulau Tiran (tengah), Laut Merah, dan Sanafir (latar belakang) di Selat Tiran antara Semenanjung Sinai Mesir dan Arab Saudi di mulut Teluk Aqaba. Saat Presiden AS Joe Biden mengunjungi Timur Tengah, satu masalah yang akan dibahas adalah status dua pulau kecil di Laut Merah Tiran dan Sanfir yang tidak berpenghuni, tetapi memiliki nilai strategis utama. (FOTO: AFP)

Saudi Buka Wilayah Udara untuk Semua Operator Sebagai Isyarat ke Israel

Jumat, 15 Juli 2022 | 17:14 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JEDDAH, investor.id – Pemerintah Arab Saudi pada Jumat (15/7) mengumumkan bahwa pihaknya mencabut pembatasan pada semua operator yang menggunakan wilayah udaranya. Ini menjadi sebuah isyarat keterbukaan yang nyata terhadap Israel, beberapa jam sebelum kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Pemimpin AS menyambut keputusan yang dinilainya bersejarah tersebut, langkah perdamaian terbaru oleh pemerintah Saudi mengenai negara Yahudi. Negara tersebut telah menolak untuk mengakui negara Yahudi, terlepas dari upaya intensif oleh Israel untuk membangun hubungan dengan negara-negara Arab.

Otoritas penerbangan sipil Saudi mengumumkan keputusan membuka wilayah udara Kerajaan untuk semua maskapai penerbangan yang memenuhi persyaratan otoritas terbang di atasnya, katanya dalam sebuah pernyataan.

Keputusan itu dibuat, tulisnya, untuk melengkapi upaya Kerajaan yang bertujuan mengkonsolidasikan posisi Kerajaan sebagai pusat global yang menghubungkan tiga benua.

Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa langkah pemerintah Saudi diambil berkat diplomasi yang stabil selama berbulan-bulan antara pemerintahan saya dan Arab Saudi. Adapun Biden akan melakukan perjalanan pada sore hari sebagai bagian dari kunjungan ke Timur Tengah.

“Saat kita menandai momen penting ini, keputusan Arab Saudi dapat membantu membangun momentum menuju integrasi lebih lanjut Israel ke kawasan itu, termasuk dengan Arab Saudi,” kata Biden, Jumat.

Di hari yang sama, Perdana Menteri Israel Yair Lapid berterima kasih kepada Biden untuk apa yang disebutnya negosiasi diplomatik yang panjang, intens, dan rahasia antara Arab Saudi dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan tentang penerbangan.

“Dan saya ingin berterima kasih kepada pimpinan Saudi yang telah membuka wilayah udaranya. Ini baru langkah awal,” ujar Lapid.

Sebelum kedatangan Biden di Israel pada awal perjalanannya ke Timur Tengah yang dimulai Rabu (13/7), pemerintah AS telah mengisyaratkan bahwa lebih banyak negara Arab dapat mengambil langkah mengejar hubungan dengan negara Yahudi itu.

Hal itu memicu spekulasi tentang apakah pemerintah Saudi akan mengubah posisinya yang telah lama dipegang, untuk tidak menjalin hubungan bilateral resmi sampai konflik dengan Palestina diselesaikan.

Kerajaan tidak menunjukkan penentangan ketika sekutu regionalnya, Uni Emirat Arab (UEA), menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada 2020. Diikuti oleh Bahrain dan Maroko di bawah Kesepakatan Abraham yang ditengahi AS.

Namun para analis menekankan bahwa setiap keuntungan langsung kemungkinan akan meningkat. Pemerintah Saudi kemungkinan tidak akan menyetujui hubungan formal, tidak selama kunjungan Biden atau ketika Raja Salman (86) masih memerintah.

Perubahan Besar

Biden akan melakukan perjalanan ke Jeddah, Arab Saudi di pantai Laut Merah pada Jumat sore waktu setempat. Ia akan melakukan perjalanan langsung dari negara Yahudi ke Arab Saudi, menjadi presiden AS pertama yang terbang dari sana ke negara Arab yang tidak mengakuinya.

Pada 2017, pendahulunya, Donald Trump, melakukan perjalanan terbalik.

Tak lama setelah Kesepakatan Abraham diumumkan pada 2020, pemerintah Saudi mengizinkan pesawat Israel untuk lewat dalam perjalanan ke Abu Dhabi, UEA. Pihaknya mengumumkan bahwa penerbangan UEA ke semua negara dapat melewati kerajaan tersebut.

Pengumuman Jumat secara efektif mencabut pembatasan penerbangan pada pesawat yang bepergian ke dan dari Israel.

Israel telah mendorong hak penerbangan untuk mempersingkat tautan ke tujuan di Asia. Menteri Transportasi Israel Merav Michaeli mengatakan pada Jumat bahwa pencabutan pembatasan akan secara signifikan mempersingkat waktu penerbangan dan menurunkan harga.

Pihak berwenang di Israel juga menginginkan jemaah Muslim dari Israel dapat melakukan perjalanan langsung ke Arab Saudi. Selama ini, mereka diharuskan melakukan persinggahan yang mahal di negara ketiga.

“(Pangeran Mohammed) dan sampai tingkat tertentu bahkan raja sendiri telah mengindikasikan bahwa mereka melihat normalisasi dengan Israel sebagai hal yang positif,” kata mantan duta besar AS untuk Israel Dan Shapiro, sekarang bertugas di Dewan Atlantik.

“Mereka mendukung Kesepakatan Abraham. Normalisasi mereka sendiri mungkin membutuhkan waktu dan mungkin diluncurkan secara bertahap, tetapi tampaknya hampir tak terhindarkan bahwa itu akan terjadi,” tukasnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com