Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para wisatawan memakain masker saat berjalan- melewati tanda bertuliskan wajib masker, di jalan-jalan kota tua Bonifacio, pulau  Corsica, Mediterania Perancis, pada 5 Agustus 2020. ( Foto: PASCAL POCHARD-CASABIANCA / AFP )

Para wisatawan memakain masker saat berjalan- melewati tanda bertuliskan wajib masker, di jalan-jalan kota tua Bonifacio, pulau Corsica, Mediterania Perancis, pada 5 Agustus 2020. ( Foto: PASCAL POCHARD-CASABIANCA / AFP )

Sejumlah Negara Perketat Protokol Kesehatan

Kamis, 6 Agustus 2020 | 07:25 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Pemerintah Prancis dan Belanda bersiap-siap untuk memperketat aturan pemakaian masker untuk melawan penyebaran virus corona Covid-19. Langkah ini diambil menyusul angka korban meninggal dunia akibat pandemi tersebut yang mendekati 700.00 jiwa.

Menurut laporan , pihak berwenang di Paris, Toulouse, dan kota-kota lain telah mengumumkan wajib memakai masker saat berada di jalan-jalan atau alun-alun yang sibuk. Orang-orang juga sudah memakai masker saat berada dalam perusahaan-perusahaan swasta dan bangunan-bangunan publik. Demikian dilansir dari AFP.

Komite ilmiah, yang memberikan anjuran kepada Pemerintah Prancis, memperingatkan bahwa negeri itu bisa kehilangan kemampuan untuk mengendalikan penyebaran virus corona kapan saja.

Di Belanda, tindakan serupa dalam hal wajib memakai masker akan diterapkan di Rotterdam dan distrik lampu merah Amsterdam yang terkenal mulai Rabu (5/8).

Sedangkan beberapa pelaku usaha di Irlandia, mengikuti anjuran para ilmuwan, akan menunda pembukaan kembali pub dan tempat hiburan malam lainnya sehubungan dengan kekhawatian meningkatnya infeksi.

Dalam perkembangan lain kawasan Asia, Filipina kembali memberlakukan karantina (lockdown) terhadap jutaan warganya. Sementara itu, perburuan mencari pengobatan yang efektif masih berlanjut di mana Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan uji coba pengobatan antibodi untuk Covid-19.

Lanjutkan Karantina

Seperti disebutkan sebelumnya, jutaan warga di Filipina diperintahkan untuk tetap berada di rumah pada Selasa (4/8), sebagai upaya mengatasi lonjakan tingkat infeksi, dan mengurangi tekanan pada rumahsakit-rumah sakit yang kewalahan menampung pasien.

Lebih dari 27 juta orang di pulau utama Luzon, termasuk ibu kota Manila, kembali berada dalam karantina sebagian.

Warga telah diberitahu untuk tinggal di rumah, kecuali jika harus pergi keluar untuk membeli barang-barang penting, untuk berolahraga atau bekerja. Aturan ini diberlakukan setelah jumlah infeksi yang tercatat melonjak melewati 100.000.

Akan tetapi pengumuman penutupan oleh pihak berwenang yang disampaikan dalam waktu 24 jam, mengakibatkan banyak orang terdampar di Manila. Mereka tidak dapat kembali ke kampung halamannya karena semua transportasi umum dan penerbangan domestik dihentikan.

Sebagai informasi, lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus corona sejak pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir tahun lalu.

Bahkan Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling terdampak, dan menambahkan angka kematian baru sebanyak 1.300 jiwa pada Selasa malam sehingga total korbannya menjadi hampir 156.000 jiwa. Demikian menurut data Johns Hopkins University, seraya menambahkan bahwa beban kasusnya telah bertambah 53.847 menjadi hampir 4,8 juta.

Angka itu menunjukkan jauh dari kata melambat. Bahkan catatan angka terbaru menunjukkan laju infeksi semakin cepat.

Brasil juga dilaporkan mengalami lonjakan infeksi di Amerika Latin dan Karibia, di mana jumlah kasus terkonfirmasi melewati lima juta pada Senin (3/8). Alhasil, negara terbesar di Amerika Selatan ini telah mencatat lebih dari 2,75 juta kasus dan hampir 95.000 korban meninggal. Jumlah ini berarti hampir setengah dari 203.800 kematian di kawasan itu.

Anggota polisi dan tentara Filipina melakukan pemeriksaan secara acak terhadap kendaraan-kendaraan yang masuk ke titik pemeriksaan dari jalan North Luzon Express, di Manila selama pelaksanaan langkah-langkah untuk membatasi penyebaran virus corona Covid-19. ( Foto: MARIA TAN / AFP )
Anggota polisi dan tentara Filipina melakukan pemeriksaan secara acak terhadap kendaraan-kendaraan yang masuk ke titik pemeriksaan dari jalan North Luzon Express, di Manila selama pelaksanaan langkah-langkah untuk membatasi penyebaran virus corona Covid-19. ( Foto: MARIA TAN / AFP )

AS Umumkan Uji Klinis

Terkait harapan dunia untuk mengakhiri siklus wabah dan karantina saat ini, semuanya bertumpu pada upaya-upaya menemukan pengobatan. Salah satunya pengumuman yang disampaikan Pemerintah AS pada Selasa, yang mengatakan telah memulai uji klinis tahap akhir menjadi obat yang diharapkan bakal menjadi antibodi terhadap virus corona.

Uji coba Fase 3 awalnya akan mendaftarkan sekitar 300 relawan di seluruh dunia, yang telah dirawat di rumah sakit yang menderita Covid-19 ringan hingga sedang dengan gejala kurang dari 13 hari.

Sebelumnya pada Senin, Rusia mengumumkan bakal meluncurkan produksi massal vaksin virus corona pada September, dan memproduksi jutaan dosis per bulan pada 2021.

Menanggapi rencana Rusia, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada Selasa, mendesak Negeri Beruang Merah itu mengikuti pedoman yang telah ditetapkan untuk memproduksi vaksin yang aman dan efektif.

Selang sehari sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta negara-negara untuk fokus pada langkah-langkah pencegahan dasar, seperti pelacakan kontak, menjaga jarak fisik dan mengenakan masker. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN