Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor bank Inggris, Barclays. ( Foto: AFP )

Kantor bank Inggris, Barclays. ( Foto: AFP )

Semester Pertama, Laba Barclays Melonjak Tajam

Kamis, 29 Juli 2021 | 06:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Bank Inggris Barclays pada Rabu (28/7) menyampaikan bahwa laba bersih semester pertamanya di tahun ini melonjak karena kerugian kredit lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini mengingat ekonomi global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari pandemi virus corona Covid-19.

“Laba setelah pajak melonjak menjadi 3,8 miliar pound (US$ 5,3 miliar) dalam enam bulan hingga akhir Juni, dibandingkan dengan perolehan 695 juta pound untuk periode yang sama pada 2020,” demikian pernyataan Barclays yang dikutip AFP.

Kinerja bank juga menguat setelah merilis ketentuan kerugian kredit sebesar 700 juta pound. Catatan ini lebih rendah dibandingkan dengan biaya penurunan nilai yang sangat besar yakni 3,7 miliar pounds, ketika mengantisipasi dampak Covid-19.

“Langkah itu didorong oleh prospek ekonomi makro yang membaik, saldo pinjaman tanpa jaminan yang lebih rendah dan lingkungan kredit yang ramah,” kata Barclays.

Laba Barclays sebelum pajak mencapai hampir empat kali lipat menjadi 5,0 miliar pound, tetapi catatan pendapatannya menunjukkan penurunan 3,0% menjadi 11,3 miliar pound. Pihak kreditur bakal membayar dividen interim sebesar 2,0 pence per saham dan menguraikan rencana untuk pembelian kembali (buyback) saham senilai 500 juta pound.

“Barclays memiliki semester pertama tahun ini yang kuat. Kami melihat tanda-tanda bahwa ekonomi global mulai pulih. Kami telah melaporkan pendapatan dan profitabilitas yang kuat dan saya optimistis tentang prospek kami untuk mengembangkan bisnis kami lebih jauh,” ujar CEO Jes Staley dalam pernyataan yang disertai dengan rilis laporan pendapatannya.

Di samping itu, prospek juga membaik setelah kegiatan ekonomi di Inggris kembali dibuka sepenuhnya pada 19 Juli.

Beban Berat

Menurut Staley, Barclays mulai melihat kebangkitan aktivitas di seluruh bisnisnya. Namun, Barclays tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran global yang sedang berlangsung atas virus corona varian delta yang menyebar cepat.

“Sementara lingkungan ekonomi makro telah membaik, prospeknya masih tidak pasti dan dapat berubah tergantung pada evolusi dan persistensi pandemi Covid-19,” tambahnya.

Merespons laporan pendapatan Barclays, saham perusahaan menunjukkan penguaan 4% menjadi 176,22 pence dalam transaksi perdagangan pagi di pasar saham London yang flat.

“Ini terlihat sebagai kumpulan angka yang layak, karena bank investasi melakukan sebagian besar beban berat, sementara bisnis dan konsumen Inggris terlihat agak berhati-hati dalam pola pengeluaran mereka,” ungkap Michael Hewson, analis CMC Markets.

Di sisi lain, Barclays sekali lagi menekankan komitmennya untuk mencapai emisi nol karbon bersih di seluruh investasinya pada 2050. “Kami terus mendorong ambisi kami untuk menjadi bank nol bersih,” pungkas Staley.

Namun, sektor perbankan di Inggris telah menghadapi kritik keras dari para pegiat kampanye perubahan iklim sehubungan dengan pembiayaan proyek batubara yang menghasilkan polusi tinggi. Bahkan penelitian terbaru dari grup kampanye Reclaim Finance menyebutkan, Barclays, HSBC, Lloyds, NatWest, dan Standard Chartered telah menggelontorkan US$ 56 miliar (46 miliar euro) kepada perusahaan-perusahaan batubara selama dua tahun hingga akhir 2020.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN