Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Senat AS Setujui Solusi Sementara Cegah Gagal Bayar Utang

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 06:03 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Senat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (7/10) waktu setempat menyetujui terobosan solusi sementara guna mencegah gagal bayar (default) utang yang menurut pemerintah dapat memicu resesi. Solusi ini keluar sekitar 11 hari lagi AS untuk pertama kali dalam sejarahnya tidak dapat meminjam uang atau melunasi pinjaman.

Terobosan ini untuk sementara dapat menunda krisis dengan menambahkan US$ 480 miliar lagi ke total utang yang diizinkan. Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mengumumkan kesepakatan terobosan itu usai negosiasi yang berlangsung kacau di Kongres hingga dini hari.

“Partai Republik memainkan permainan partisan yang berbahaya dan berisiko, dan saya senang bahwa kenekatan mereka yang berbahaya tidak berhasil,” ujarnya, seperti dikutip AFP.

Sementara Pemimpin Minoritas Senat Republik Mitch McConnell mengatakan telah menawarkan kesepakatan itu pada Rabu (6/10) karena partainya akan memilih menentang rencana Demokrat, yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas kenaikan batas pinjaman negara lebih dari setahun.

Namun alih-alih menyelesaikan krisis, penetapan solusi baru ini justru bertepatan dengan tenggat waktu pendanaan utama lainnya. Yakni pendanaan sementara terkait shutdown atau berhenti beroperasinya pemerintahan yang akan dimulai 3 Desember, di mana pundi-pundi keuangan pemerintah secara teoritis akan habis, dan dapat menyetop layanan serta properti federal.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah solusi jangka panjang sehingga kami tidak melalui drama berisiko ini setiap beberapa bulan," tambah Schumer.

Pemimpin Mayoritas DPR Demokrat, Steny Hoyer telah menyampaikan pada Kamis malam bahwa pihaknya akan menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pagu utang, dan mengirimkannya ke meja Presiden Joe Biden pada 12 Oktober. Biden pun berencana segera menandatangani RUU itu setelah disahkan di DPR.

Ketidakpastian

Walau solusi cepat legislatif pada Kamis dapat memberi waktu kepada Demokrat untuk mengesahkan perpanjangan batas utang jangka panjang, mereka masih menolak untuk mengupayakan rekonsiliasi.

Menurut mereka, prosesnya bakal terlalu rumit dan berisiko. Mengingat tidak memerlukan bantuan dari Partai Republik, mereka khawatir akan dipaksa menanggung stigma politik dari utang federal senilai US$ 28 triliun yang terus meningkat. Rekonsiliasi itu sendiri telah membuat beberapa senator di kedua dewan – dan banyak pengamat – tidak puas.

Bahkan, mantan presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan dari kediamannya di Florida yang mendukung interpretasi Demokrat tentang perkembangan sebagai kemunduran taktis Partai Republik.

“Para senator Republik, jangan memilih kesepakatan mengerikan yang didorong oleh kegagalan Mitch McConnell. Berdirilah teguh untuk negara kita,” tuturnya.

Krisis Manufaktur

Di sisi lain, Demokrat akan memanfatkan jeda singkat pertikaian di Kongres untuk menyelesaikan paket anggaran belanja sosial bernilai triliunan dolar, yang menjadi landasan agenda ekonomi Biden.

Namun McConnell berharap dapat menggunakan proposal besar Biden untuk berkampanye melawan anggaran belanja Demokrat yang sembrono, menjelang pemilu sela tahun depan.

Pencabutan blokade Partai Republik saat ini bertujuan mengakhiri kebuntuan berisiko yang membuat pemerintah federal tidak mampu mengamankan dan melayani pinjaman setelah 18 Oktober.

Menurut laporan, Amerika Serikat membelanjakan lebih banyak uang daripada yang dikumpulkannya lewat perpajakan sehingga harus meminjam uang melalui penerbitan obligasi pemerintah – yang dipandang sebagai salah satu investasi paling andal di dunia.

Sekitar 80 tahun yang lalu anggota parlemen memperkenalkan batasan mengenai berapa banyak utang federal yang dapat diperoleh.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN