Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto AFP)

Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto AFP)

Senin Pagi, Saham Asia Pasifik Bergerak Sempit Mewaspadai Kasus Covid

Senin, 3 Mei 2021 | 07:41 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham di Asia-Pasifik pada pembukaan perdagangan Senin pagi (3/5/2021) bergerak dalam rentang sempit karena pasar utama di China dan Jepang tutup untuk liburan. Investor mencermati perkembangan kasus Covid-19 di India.

Kospi Korea Selatan melayang di atas garis datar pada awal perdagangan.

Di Australia, S & P / ASX 200 datar.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan turun 0,05%.

Investor di Asia-Pasifik akan terus memantau situasi Covid di India karena negara itu terus berjuang melawan gelombang infeksi kedua yang mematikan. Selama akhir pekan, lebih dari 400.000 kasus baru setiap hari didaftarkan untuk pertama kalinya.

Pasar di China, Jepang dan Thailand tutup pada hari Senin karena hari libur.

Di pasar uang, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 91,231 setelah naik akhir bulan lalu dari di bawah 90,9.

Yen Jepang diperdagangkan pada 109,37 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 108,5 terhadap greenback yang terlihat minggu lalu. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,7714, menyusul kejatuhannya pada akhir April dari di atas $ 0,776.

Harga minyak lebih tinggi pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,27% menjadi $ 66,94 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga naik 0,3% menjadi $ 63,77 per barel.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN