Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Sentimen Investor Terpukul

Jumat, 16 Oktober 2020 | 06:32 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Pasar saham global anjlok pada perdagangan Kamis (15/10). Sentimen investor terpukul oleh kekhawatiran-kekhawatiran bahwa pengetatan kembali kegiatan orang dan bisnis akibat lonjakan baru kasus virus corona Covid-19 dapat menjatuhkan pemulihan ekonomi.

Pasar saham London anjlok lebih dari 2% hingga dua jam sebelum penutupan. Setelah Pemerintah Inggris mengumumkan pembatasan-pembatasan terkait Covid-19 akan diperketat di London karena lonjakan jumlah kasus baru.

Paris juga jatuh setelah Pemerintah Prancis memberlakukan jam malam di ibukota dan delapan kota lainnya. Jam malam diberlakukan selama enam pekan dan akan menimpat sekitar sepertiga populasi Prancis.

Sementara Bursa Frankfurt tumbang 2,8% setelah Pemerintah Jerman juga meningkatkan pembatasan-pembatasan terkait Covid-19.

Di Wall Street, sentimen investor juga tidak tertolong. Setelah Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa pengajuan tunjangan pengangguran pekan lalu naik menjadi 898.000.

Penambahan 53.000 dibandingkan pekan sebelumnya itu menunjukkan kenaikan terbesar dalam dua bulan. Sementara ekonomi AS masih berusaha keluar dari dampak PHK massal akibat tutupnya bisnis karena pandemi Covid-19.

Indeks Dow Jones turun sekitar 1% setelah pembukaan perdagangan. Saham paling terdampak antara lain Apple dan Tesla.

“Bangkitnya kekhawatiran akan masalah kesehatan dan diketatkannya lagi pembatasan di seluruh Eropa telah menghantam saham,” ujar David Madden, analis CMC Markets, seperti dilansir AFP.

Para investor, tambah dia, melepas saham karena khawatir kegiatan ekonomi akan merosot akibat pembatasan-pembatasan di berbagai negara Eropa.

“Pembatasan-pembatasan ini akan memukul pemulihan ekonomi Eropa, yang sudah melemah sebelum masalah kesehatan ini muncul lagi,” ujar Madden.

Peringatan Musim Dingin

Krisis terjadi setelah harapan penemuan vaksin dihantam oleh berita Johnson & Johnson telah menghentikan uji coba lanjutan setelah seorang sukarelawan jatuh sakit, sementara Eli Lilly berhenti bekerja untuk menjalani pengobatan.

"Situasi Covid-19 di Eropa telah kembali memburuk pekan ini dan semakin banyak negara memperkenalkan langkah-langkah pembatasan yang ketat," kata ahli strategi Gorilla Trades Ken Berman.

Prancis, Spanyol, Italia, Inggris, dan Jerman, tambah dia semuanya berada di bawah tekanan.

“Dan sejak rilis ekonomi baru-baru ini sudah menunjukkan tren mengkhawatirkan, rombongan tersebut mungkin sedang menuju musim dingin yang berat," imbuhnya.

Asia

Bursa Tokyo mengalami kerugian besar, sementara Mumbai, Taipei, Manila, dan Wellington juga mengalami kerugian. Singapura dan Hong Kong sama-sama terpuruk, dengan sedikit reaksi dari berita pemerintah kedua kota berencana membuka koridor perjalanan antarnegara (travel bubble) untuk pertama kalinya di Asia.

Bursa Seoul kehilangan 0,8%, meskipun saham di agensi manajemen Big Hit Entertainment yang menaungi pesohor BTS naik lebih dari dua kali lipat pada debut mereka, setelah penawaran umum perdana (IPO) kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 600 kali.

Perusahaan tersebut melonjak dari harga IPO 135.000 won (setara US$ 118) ke batas harian 351.000 won sebelum kembali ke level 258.000 won, memberikan kapitalisasi pasar US$ 7,6 miliar dan menempatkannya di antara 40 perusahaan paling bernilai di Korea Selatan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendesak mereka untuk memberikan kesepakatan atau melihat Inggris keluar dari blok Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan.

Sementara pembicaraan terhenti pada kuota penangkapan ikan dan aturan persaingan yang sehat, pejabat Komisi Eropa mengatakan pihaknya percaya kesepakatan dapat ditemukan. Tetapi ia tidak mengakui tenggat waktu pemerintah Inggris pada Kamis untuk kesepakatan dan mengatakan mereka tidak akan membuat satu kesepakatan pun, dengan harga berapa pun. (afp)

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN