Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Sentimen Stimulus Angkat Dow Naik 300 Poin

Kamis, 1 Oktober 2020 | 05:54 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dengan Dow mencatatkan kenaikan di atas 300 poin. Sentimen stimulus fiskal AS menjadi pendorong pergerakan saham.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 329,04 poin, atau 1,2%, menjadi 27.781,70, setelah melompat 573 poin pada sesi tertinggi. S&P 500 naik 0,8%, atau 27,53 poin menjadi 3.363,00, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,7%, atau 82,26 poin, menjadi 11.167,51.

Pada awal perdagangan, saham-saham melonjak karena sentimen stimulus, tetapi pada jam terakhir perdagangan harganya terpangkas oleh berita bahwa Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan bantuan virus corona.

Pasangan itu akan melanjutkan pembicaraan saat mereka mencoba menyusun paket kelima yang dapat disepakati kedua belah pihak.

Pasar melonjak di awal sesi setelah Mnuchin mengatakan anggota parlemen memberikan RUU itu untuk dibahas secara serius agar segera dapat disepakati.

Sentimen terbantu oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah pekerjaan sektor swasta bulanan ADP menunjukkan pertumbuhan 749.000 pada bulan September, di atas 600.000 yang diharapkan dari survei ekonom Dow Jones.

Sementara itu, penjualan rumah tertunda melonjak 8,8% pada Agustus, menandai laju tertinggi dalam catatan, menurut survei National Association of Realtors.

Saham-saham yang sensitif terhadap pemulihan ekonomi,seperti bank dan operator kapal pesiar melonjak tajam. Goldman Sachs naik lebih dari 2%, sementara Citigroup naik 1,6%. Norwegian Cruise naik lebih dari 3%, dan Boeing naik 1%.

Debat Kandidat Presiden

Investor mencerna debat pertama antara Presiden Donald Trump dan calon dari Partai Demokrat Joe Biden Selasa malam, yang ternyata sangat kejam dengan interupsi dan penghinaan yang terus-menerus.

Wall Street tetap khawatir bahwa ini akan menjadi proses pemilihan yang berlarut-larut yang dapat menghantam pasar. “Itu adalah malam panjang dan banyak yang harus diselesaikan,” kata Daniel Deming, direktur pelaksana di KKM Financial.

“Menjadi sangat jelas bahwa hal ini tidak akan berakhir pada 3 November dan saya pikir pasar mungkin tidak terlalu tergila-gila tentang itu.” Menurut dia, tekanan volatilitas jangka pendek mungkin tidak akan mereda dalam waktu dekat setelah perdebatan ini. Hal itu akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian

Trump dan Biden berdebat tentang sejumlah masalah, termasuk kualifikasi mereka untuk mengelola ekonomi AS, pencalonan Amy Coney Barrett ke Mahkamah Agung, serta penanganan pandemi virus corona di AS.

Investor juga khawatir tentang potensi hasil pemilu pada 3 November. Ketidakpastian itu dapat membebani pasar secara khusus.

Trump sering mengklaim bahwa pemungutan suara melalui surat menyebabkan penipuan pemilih meskipun para ahli telah berulang kali mengatakan tidak ada bukti bahwa hal itu pernah menjadi masalah di Amerika Serikat.

"Pertanyaan tentang kecurangan pemilu telah diangkat, yang akan menambah kekhawatiran tentang periode pasca pemilu yang tidak menentu," tulis Ed Mills dari Raymond James dalam catatan berjudul "Dumpster Fire Debate."

Pengobatan Virus

Data positif mengenai potensi pengobatan virus korona dari Regeneron Pharmaceuticals membantu meningkatkan sentimen di Wall Street.

Regeneron mengatakan setelah penutupan Selasa, obat REGN-COV2-nya mengurangi tingkat virus dan memperbaiki gejala pada pasien virus korona yang tidak dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, vaksin Covid-19 eksperimental Moderna tampaknya aman dan menunjukkan tanda-tanda bekerja pada orang dewasa yang lebih tua, menurut hasil penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine.

Namun, Financial Times melaporkan Rabu, vaksin Moderna tidak akan siap sebelum pemilihan November.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN