Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2022, Kamis, 6 Januari 2022.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2022, Kamis, 6 Januari 2022.

MENLU RETNO MARSUDI:

Sentralitas Asean Harus Diperkuat sebagai Jangkar Stabilitas Kawasan

Kamis, 6 Januari 2022 | 20:20 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - ASEAN dinilai harus memperkuat sentralitas dan soliditasnya agar dapat terus berperan sebagai jangkar stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.

“Untuk 2022, Indonesia akan terus berusaha memperkuat sentralitas dan soliditas Asean. Asean tetap harus berfungsi sebagai jangkar stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan kawasan Indo-Pasifik,” papar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2022, Kamis (6/1).

Menoleh kembali ke 2021, Asean diwarnai dengan rivalitas antarnegara besar yang semakin tajam. Rivalitas ini juga dirasakan di kawasan Indo-Pasifik. Tantangan rivalitas antara negara-negara besar diperkirakan tidak akan menurun, termasuk di kawasan Indo-Pasifik.

“Di sinilah pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif akan semakin relevan. Di sinilah ASEAN yang solid diperlukan,” imbuhnya.

Melihat kondisi ini, Indonesia mendorong agar High Level Task Force juga bekerja untuk memperkuat kelembagaan Asean, sebagai bagian tidak terpisahkan dalam pembahasan Asean Community’s Post-2025 Vision.

Masyarakat Ekonomi Asean pada 2025 akan sangat terintegrasi dan kohesif, serta kompetitif, inovatif dan dinamis. Asean juga menargetkan peningkatan konektivitas dan kerja sama sektoral. Di samping itu tetap mempertahankan komunitas yang lebih tangguh, inklusif, berorientasi pada orang, serta terintegrasi dengan ekonomi global.

Retno menambahkan, Asean harus tetap relevan dan dapat merespon berbagai tantangan baru di kawasan dan dunia. Manfaat Asean juga harus terus dirasakan oleh rakyatnya. “Untuk itu, Indonesia akan terus mendorong kerja sama konkret Asean Outlook on the Indo-Pacific dengan negara mitra,” katanya.

Krisis Myanmar

Saat ini, sudah hampir satu tahun krisis politik terjadi di Myanmar. Jika berlanjut, situasi ini tidak hanya menggangu stabilitas dan keamanan di Myanmar, namun juga mengganggu Asean dan kawasan yang lebih luas.

Dari sejak awal, pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen untuk berkontribusi. Atas usul presiden Indonesia, pertemuan para pemimpin Asean diselenggarakan di Jakarta pada April 2021 dan menghasilkan “Five-Point Consensus”.

“Sebagaimana saya sebutkan di awal PPTM ini, Five-Point Consensus akan menjadi pegangan bagi Asean dalam membantu menyelesaikan krisis politik di Myanmar,” tambah Retno.

Selama belum ada kemajuan pelaksanaan konsensus ini, akan sulit bagi Asean untuk mengundang political level representative dari Myanmar dalam pertemuan regional. Dengan demikian, Asean harus memegang teguh komitmen bersama terkait hal ini.

Safety and wellbeing rakyat Myanmar juga selalu menjadi perhatian Indonesia. Dalam konteks inilah, pemerintah telah berikan bantuan kemanusiaan. Pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan telah dikirimkan pada September 2021, sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan Asean. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN