Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Irak. ( Foto: AFP archival image )

Bendera nasional Irak. ( Foto: AFP archival image )

Serangan Roket Jatuh di Pangkalan AS di Irak

Sabtu, 7 Desember 2019 | 10:31 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BAGHDAD, investor.id - Dua roket menghantam pangkalan udara Al-Balad di wilayah utara Baghdad, menurut pasukan keamanan Irak. Serangan terbaru di pangkalan-pangkalan tuan rumah pasukan Amerika Serikat (AS) tersebut membuat para pejabat AS khawatir.

Serangan terjadi ketika Pemerintah AS mempertimbangkan untuk mengerahkan sekitar 5.000 hingga 7.000 pasukan baru ke Timur Tengah untuk melawan musuh bebuyutannya, Iran. Hal ini disampaikan seorang pejabat AS kepada AFP.

Serangan Kamis (5/12) dengan roket Katyusha tersebut tidak menyebabkan korban ataupun kerusakan materi. Namun seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP, serangan hampir merenggut korban.

Pemerintah AS menyatakan keprihatinan dengan serentetan serangan baru-baru ini ke pangkalan-pangkalannya Irak, di mana sekitar 5.200 tentara AS dikerahkan membantu pasukan Irak memastikan para jihadis tidak berkumpul kembali.

Serangan-serangan itu menargetkan pangkalan atau kedutaan besar AS di Baghdad, terjadi rata-rata lebih dari satu serangan setiap minggu dalam kurun enam minggu terakhir.

"Ada lonjakan serangan roket," tutur seorang pejabat AS lainnya, Jumat (6/12). Ia menambahkan, meskipun serangan tidak menyebabkan korban dari pihak AS dan hanya kerusakan kecil, pihaknya tidak menyangkal aksi serangan semakin mengkhawatirkan.

Sebanyak lima roket menghantam pangkalan udara Al-Asad pada Selasa (312) lalu, hanya empat hari setelah Wakil Presiden AS Mike Pence mengunjungi pasukan di sana. Sumber-sumber keamanan mengatakan, pihaknya percaya Kataib Hezbollah bertanggung jawab atas serangan.

Adapun Hezbollah merupakan salah satu faksi Syiah yang memiliki kedekatan dengan pemerintah Iran dan masuk daftar hitam pemerintah AS. Lebih dari belasan roket menghantam pangkalan udara Qayyarah di Irak utara, bulan lalu. Ini merupakan salah satu serangan terbesar di Irak selama beberapa bulan terakhir, menghantam daerah di mana pasukan AS mendirikan pangkalan.

Sejauh ini, belum ada klaim tanggung jawab atas serangan itu dan pemerintah AS tidak menyalahkan faksi tertentu. Namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan serangan serupa terhadap kelompok-kelompok yang berpihak pada pemerintah Iran.

Adapun pemerintah Iran memegang kendali besar di Irak, terutama di antara unsur-unsur garis keras Hashed al-Shaabi, sebuah kekuatan paramiliter yang sebagian besar terdiri dari milisi Syiah yang didukung oleh pemerintah Iran.

Ditanya apakah serangan roket yang berulang kali membuat Hashed menjadi ancaman yang lebih besar bagi pasukan AS daripada kelompok Negara Islam (IS), pejabat tersebut setuju. "Ya. Pertanyaannya adalah, kapan seseorang akan memanggil BS?" ujarnya.

Berbagai sumber diplomatik dan militer AS memberi tahu AFP tentang rasa frustrasi mereka yang semakin besar dengan serangan-serangan semacam itu. Mereka mengatakan, mengandalkan mitra pemerintah Irak memainkan peran bertentangan antara mereka dan Hashed, untuk mencegah bentrokan.

Itu dinilai sebagai tugas yang rumit, karena Hashed telah diperintahkan untuk bergabung dengan pasukan keamanan reguler. Namun banyak para pejuangnya terus beroperasi dengan sejumlah kebebasan. "Kita semua mengenali bahaya di sini. Terkadang mitra Irak kita mengatakan, apa yang bisa saya lakukan?" kata pejabat tersebut. (afp/eld)

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN