Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokumentasi foto pada 4 September 2019 memperlihatkan orang-orang sedang berfoto di markas raksasa perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok timur. Jack Ma mundur pada September 2019 dari jabatan chairman Alibaba. Tetapi perusahaan start-up yang dibangun dan raksasa ritel daring diprediksi terus berkembang ke era baru berkat budaya inovasi yang dia bantu kembangkan.  (Foto: Kelly Wang and Dan Martin / AFP)

Dokumentasi foto pada 4 September 2019 memperlihatkan orang-orang sedang berfoto di markas raksasa perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok timur. Jack Ma mundur pada September 2019 dari jabatan chairman Alibaba. Tetapi perusahaan start-up yang dibangun dan raksasa ritel daring diprediksi terus berkembang ke era baru berkat budaya inovasi yang dia bantu kembangkan. (Foto: Kelly Wang and Dan Martin / AFP)

Setelah Janji Berbagi Kemakmuran, Harga Saham Alibaba Merosot

Sabtu, 4 September 2021 | 06:23 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Harga saham Alibaba merosot pada perdagangan Jumat (3/9), setelah raksasa e-commerce Tiongkok itu mengumumkan akan menginvestasikan 100 miliar yuan (setara US$ 15,5 miliar) untuk tujuan-tujuan amal. Sebelumnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar orang-orang terkaya berbuat lebih banyak untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi.

Xi bulan lalu mendesak perusahaan dan pengusaha-pengusaha terkaya Tiongkok untuk memperkuat upaya filantropi.

"Memberi kembali kepada masyarakat, untuk mendistribusikan kembali kekayaan sebagai bagian dari inisiatif kemakmuran bersama," katanya, pekan ini, yang dikutip AFP.

Sebagai respons, Alibaba yang telah melanggar pengawasan tajam pemerintah Tiongkok tahun ini mengatakan akan memasukkan uang ke sejumlah sektor. Di antaranya inovasi teknologi, usaha kecil dan menengah, kesejahteraan pekerja lepas, serta kesetaraan kesehatan.

Daniel Zhang, ketua dewan direksi Alibaba, mengatakan bahwa pihaknya sangat senang untuk melakukan bagiannya untuk mendukung realisasi kemakmuran bersama.

Tapi harga saham Alibaba merosot sebanyak 4% setelah pengumuman tersebut, dalam perdagangan Jumat di Hong Kong. Para investor khawatir tentang dampak potensial pada angka laba bersih perusahaan.

"Sumbangan itu tidak menjamin bahwa tidak akan ada lagi peraturan yang menargetkan Alibaba. Ini kurang lebih mempengaruhi sentimen seluruh sektor teknologi hari ini," kata Castor Pang, kepala penelitian Core Pacific Yamaichi International H.K. Ltd, dilansir dari Bloomberg News.

Pihak berwenang Tiongkok telah memberlakukan tindakan keras regulasi terhadap sektor teknologi negara itu, setelah pertumbuhan perusahaan selama bertahun-tahun. Alibaba didenda rekor US$ 2,75 miliar pada April dan rencana listing saham IPO anak usaha teknologi informasi dibatalkan pada menit terakhir.

Tindakan keras itu juga meluas untuk memasukkan game online, hiburan, dan teknologi pendidikan dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak perusahaan teknologi besar menghadapi pengawasan atas perlakuan mereka terhadap pekerja lepas, seperti ride-hailing dan sopir pengiriman. Jenis pekerjaan ini sering bekerja berjam-jam, tanpa perlindungan seperti asuransi sosial dan kesehatan.

Adapun layanan ride-hailing adalah jasa transportasi yang menggunakan platform daring, seperti aplikasi ponsel pintar yang menghubungkan antara penumpang dengan pengemudi.

Menurut Bloomberg Intelligence, dana 100 miliar yuan yang dialokasikan setara dengan 31% dari saldo kas Alibaba saat ini, menurut kepala.

Nilainya mencapai dua kali lipat dari apa yang dijanjikan oleh media sosial dan raksasa game Tencent bulan lalu, yakni skema yang didedikasikan untuk meningkatkan pendapatan rendah, revitalisasi pedesaan, maupun pemerataan pendidikan.

Alibaba juga mengatakan akan membentuk dana pengembangan sebesar 20 miliar yuan di provinsi asalnya, Zhejiang. Wilayah tersebut adalah zona percontohan pertama pemerintah Tiongkok untuk kemakmuran bersama.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN