Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengendara sepeda sedang bersepeda di sepanjang Marina Bay yang menghadap ke kawasan bisnis keuangan di Singapura, pada 14 Juli 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Pengendara sepeda sedang bersepeda di sepanjang Marina Bay yang menghadap ke kawasan bisnis keuangan di Singapura, pada 14 Juli 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Singapura Beralih ke Wisatawan Domestik

Kamis, 17 September 2020 | 07:23 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Pemerintah Singapura mengalihkan sektor pariwisatanya ke dalam negeri karena sebagian besar perbatasannya masih ditutup dari kedatangan wisatawan mancanegara. Penutupan perbatasan tersebut sehubungan dengan upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

“Sektor pariwisata di Singapura sangat terpukul akibat pandemi ini,” ujar Chairman Singapore Tourism Board atau Dewan Pariwisata Singapura Chaly Mah pada Selasa (15/9), di sela acara Singapura Summit.

Mah mengatakan, Singapura mengawali tahun ini dengan kekuatan 1,69 juta pengunjung pada Januari atau meningkat dari 1,62 juta di bulan yang sama pada tahun lalu. Tetapi, ketika pihak berwenang berusaha mengendalikan penyebaran wabah virus corona dengan memberlakukan aturan pembatasan perjalanan. Kontrol imigrasi telah mengakibatkan angka kunjungan wisatawan ke Singapura anjlok sekitar 99% year-on-year (yoy) dalam beberapa bulan terakhir.

“Mengingat kami adalah negara kecil dan kami tidak mendapatkan keuntungan dari perjalanan domestik, maka yang kami coba lakukan sekarang adalah mendorong warga Singapura untuk mengunjungi beberapa tempat wisata lokal kami,” kata Mah.

Pihak berwenang mencoba menutupi kekurangan pendapatan pariwisata dengan membujuk warga Singapura untuk mengunjungi objek-objek wisata di negeri mereka sendiri.

Menurut Singapore Tourism Board, wisatawan Singapura menghasilkan sekitar 34 miliar dolar Singapura (US$ 25 miliar) dalam belanja terkait pariwisata di luar negeri pada 2018. “Sasarannya adalah untuk mendapatkan sekitar 10% dari jumlah tersebut dari wisatawan domestik,” ujar Mah dalam program Street Signs CNBC.

Bahkan Singapore Tourism Board telah meluncurkan kampanye “SingapoRediscovers” pada Juli untuk mendorong penduduk Singapura membelanjakan uangnya di hotel, tempat makan dan atraksi.

Di samping itu, data Pemerintah Singapura menunjukkan bahwa wisatawan yang datang ke Singapura menghabiskan 27,7 miliar dolar Singapura (US$ 20,4 miliar), yang menjadi pemasukan negara pada tahun lalu.

Pemerintah juga mengumumkan bakal mendistribusikan 320 juta dolar Singapura dalam bentuk kredit pariwisata kepada penduduk demi mendorong mereka untuk berbelanja lokal dalam perjalanan domestik.

“Idenya adalah supaya warga Singapura dan penduduk setempat mengunjungi beberapa tempat wisata lokal kami dan menemukan kembali Singapura. Supaya kami memiliki pengalaman otentik bagi turis kami di Singapura, kami harus membuat warga Singapura sendiri yang mengalami beberapa atraksi lokal ini untuk kemudian dapat menceritakan kisah otentik ketika mereka menghubungkannya dengan turis. Ada banyak atraksi dan pengalaman di negara ini yang dianggap biasa oleh warga Singapura, tetapi mereka belum pernah mengunjunginya,” demikian penjelasan Mah.

Dia menambahkan bahwa dewan pariwisata juga ingin memulihkan lalu lintas bisnis kapal pesiar.

“Karena perbatasan kita sekarang masih ditutup, ide flight to nowhere, cruise to nowhere adalah ide yang menarik bagi negara kota kecil seperti Singapura,” tambah Mah.

Maskapai pelat merah Singapore Airlines dikatakan sedang mempertimbangkan ide yang melayani flight to nowhere.

Di sisi lain, Pemerintah Singapura telah memberlakukan pengaturan perjalanan jalur hijau timbal balik dengan beberapa negara, termasuk Tiongkok dan Malaysia. Pengaturan itu diutamakan untuk melayani para pelancong bisnis dan resmi saat ini.

“Negara kota ini perlahan-lahan akan membuka kembali perbatasannya bagi kedatangan lebih banyak pelancong internasional tetap dengan cara yang tenang dan hati-hati, dan sesuai,” tutur Mah. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN