Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong saat berbicara pada acara Philanthropy Asia Summit II dalam perbincangan yang dipandu Chief Executive Officer DBS Group Piyush Gupta. Acara yang berlansung di Shangri-La Orchard, Singapura, Jumat (30/09/2022) itu diselenggarakan oleh Temasek Foundation.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong saat berbicara pada acara Philanthropy Asia Summit II dalam perbincangan yang dipandu Chief Executive Officer DBS Group Piyush Gupta. Acara yang berlansung di Shangri-La Orchard, Singapura, Jumat (30/09/2022) itu diselenggarakan oleh Temasek Foundation.

Singapura Ingin Menjadi Hub Filantropi Internasional

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:20 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Setelah berhasil menjadi salah satu hub atau pusat penting kegiatan sektor bisnis dan keuangan internasional, Singapura selanjutnya berkeinginan untuk menjadi hub bagi aktivitas filantropi internasional. Guna membantu mewujudkan keinginan tersebut, pemerintah tengah menyiapkan fundamental filantrofi yang baik di antaranya dengan meninjau skema insentif pajak yang diperlukan.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong mengatakan, pemerintah melihat peluang bagi Singapura untuk menjadi pusat filantropi internasional, di mana korporasi, individu, maupun kantor keluarga dapat menggunakan Singapura sebagai basis untuk berkontribusi bagi solusi yang bermakna dan berdampak atas sejumlah permasalahan yang ada di dunia, terutama di Asia.

“Ketika kami melihat Singapura, kami melihat basis pengusaha sukses, unicorn, serta semakin banyak kantor keluarga yang didirikan di sini. Banyak dari mereka memberi tahu kami bahwa mereka ingin meninggalkan warisan di luar akumulasi kekayaan. Mereka mencari peluang investasi yang memiliki karakteristik ESG (environmental, social and governance) yang selaras dengan nilai-nilai mereka dan akan meninggalkan dampak positif pada masyarakat,” ujar Wong.

Ia mengunkapkan hal itu pada acara Philanthropy Asia Summit 2022 dalam perbincangan yang dipandu Chief Executive Officer DBS Group Piyush Gupta. Acara yang berlansung di Shangri-La Orchard, Singapura, Jumat (30/09/2022) itu diselenggarakan oleh Temasek Foundation.

Menurut Wong, Singapura ingin mendorong hal tersebut untuk membuat lebih banyak pihak berkontribusi terhadap tujuan filantropi dan mendirikan yayasan amal. “Kami sedang meninjau skema insentif pajak kami untuk melihat bagaimana kami dapat mendorong kantor keluarga agar tidak hanya memberi di dalam Singapura, tetapi juga memberi di luar negeri,” ucap dia.

Menurut Wong, rincian skema pajak baru akan diumumkan pada waktunya, ketika peninjauan terhadap semua masalah terkait telah diselesaikan. “Pesan intinya adalah kepada siapa saja yang tertarik ingin memberi, dengan cara yang berdampak, kami ingin mengatakan tempat terbaik untuk melakukan ini adalah di sini, di Singapura,” tandas dia.

Wong meminta semua pihak untuk tidak membeda-bedakan antara peran pajak dan filantropi dalam upaya mencapai solusi bermakna dan berdampak atas sejumlah permasalahan. “Kita memerrlukan keduanya, yaitu pemerintah dengan pajak yang kuat, tapi juga filantropi yang baik. Pemerintah menjaga pendapatan dan kemakmuran masyarakat, filantropi bisa mengusahakan kemakmuran bagi yang tidak mampu,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com