Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Singapura. Foto: idntimes

Singapura. Foto: idntimes

Singapura Kembalikan US$ 40 Juta terkait Skandal IMDB

Minggu, 21 Juli 2019 | 10:24 WIB

SINGAPURA, investor.id Kepolisian Singapura mengatakan telah mengembalikan uang sebanyak US$ 40 juta ke Pemerintah Malaysia. Uang sitaan tersebut terkait dengan mega skandal keuangan di Negeri Jiran yang menjadi penyebab tergulingnya pemerintahan Najib Razak, yang dililit korupsi.

Menurut polisi, bagian departemen urusan komersial telah mengajukan permohonan guna mengembalikan uang sekitar Sing$ 50,3 juta (US$ 37 juta) yang disita, karena terkait skandal dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), ke Malaysia. Pihak pengadilan diketahui sudah memberikan persetujuan pengembalian itu.

“Sebagian uang telah ditransfer ke Malaysia, sementara sisanya masih diproses oleh bank,” ujar mereka pada Kamis (18/7) malam.

Tetapi, polisi tidak mengungkapkan dari mana saja yang yang disita tersebut. Singapura merupakan salah satu dari beberapa negara yang melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan uang milik 1MDB hingga miliaran dolar AS.

Menurut laporan penyalahgunaan uang itu sangat rumit karena membentang dari Asia sampai Amerika Serikat (AS). Singapura juga telah menahan seorang pimpinan bank asal Swiss dan tiga pemimpin bank swasta lainnya karena terlibat skandal korupsi tersebut. Pemerintah Singapura pun telah menutup dua cabang lokal bank Swiss yang diduga digunakan untuk mengirim uang hasil korupsi ke sejumlah rekening.

Pihak regulator menyebut, pengiriman uang itu sebagai sebuah penyimpangan besar dalam kontrol keuangan. Skandal – yang diduga melibatkan mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, anggota keluarga, dan lingkaran orang-orang dekatnya – telah memainkan peranan penting dalam kekalahan koalisinya yang berkuasa, dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tahun lalu.

Sejak kalah telak dalam pemilu, Najib kemudian ditangkap akibat skandal korupsi 1MDB dan telah diadili pada April. Menurut laporan, Departemen Kehakiman AS telah menyita aset-aset di Amerika Serikat yang diduga dibeli menggunakan uang yang dicuri dari 1MDB. Mereka meyakini ada sekitar US$ 4,5 miliar yang dijarah dari dana tersebut.

Sementara itu, penyelidikan Singapura terhadap 1MDB berpusat pada dugaan bahwa sistem keuangannya telah digunakan untuk pencucian uang yang dicuri dari lembaga dana investasi yang didirikan oleh Najib. Sebelumnya pada awal Mei tahun ini, otoritas AS juga mengembalikan uang curian sebesar US$ 200, termasuk uang dari saham di sebuah hotel mewah New York dan dari produser film Hollywood.

Demikian menurut sumber yang mengetahui kasus tersebut. Departemen Kehakiman AS, dalam kasus terbesar dalam program antikleptokrasi, berusaha mencari uang curian miliaran dolar yang disebutsebut telah diselewengkan dari 1MDB. Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang mengalahkan Najib dalam hasil pemilu tahun lalu, bekerja sama dengan setidaknya enam negara untuk mengembalikan uang sekitar US$ 4,5 miliar yang menurut Departemen Kehakiman AS dicuri dari 1MDB.

“Saya pikir mereka tahu itu adalah uang kami, jadi mereka akan mengembalikan uang kami,” kata Mahathir saat konferensi pers, setelah mengkonfirmasi angka $ 200 juta itu, sepetri dikutip dari Reuters pada 3 Mei. (afp/sumber lain/pya)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN