Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Selebaran pemberitahuan yang menganjurkan orang-orang untuk memakai masker wajah terpampang di sebuah tiang, di kawasan bisnis keuangan di Singapura, pada 11 Agustus 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Selebaran pemberitahuan yang menganjurkan orang-orang untuk memakai masker wajah terpampang di sebuah tiang, di kawasan bisnis keuangan di Singapura, pada 11 Agustus 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Singapura Ketatkan Lagi Pembatasan Covid-19

Rabu, 21 Juli 2021 | 06:41 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Pemerintah Singapura pada Selasa (20/7) mengumumkan akan memperketat lagi langkah-langkah pembatasan terkait Covid-19 karena kasus-kasus infeksi baru terus bertambah. Situasi ini diklaim memperumit rencana pembukaan kembali kegiatan-kegiatan di negara itu.

Aturan pembatasan terbaru itu akan berlaku mulai 22 Juli hingga 18 Agustus. Menurut laporan, kasus Covid-19 di Singapura terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa klaster bermunculan sekitar tempat-tempat karaoke, pasar basah dan pusat-pusat jajanan makanan sehingga meningkatkan kekhawatiran pihak berwenang.

Oleh karena itu deretan aturan pembatasan diberlakukan kembali. Yakni meliputi jumlah orang yang diizinkan untuk berkumpul akan dikurangi dari 5 orang menjadi maksimal 2 orang. Kemudian rumah tangga hanya diizinkan menerima dua pengunjung berbeda setiap hari, tidak termasuk kakek-nenek yang merawat cucu mereka.

Pembasan lain adalah, larangan menikmati makan di luar ruangan. Tetapi restoran-restoran, pujasera, dan pusat-pusat jajanan masih diizinkan buka untuk melayani pembelian bawa pulang.

Selanjutnya, tempat-tempat olahraga berat dalam ruangan dan aktivitas olahraga, yang biasanya mengharuskan masker dilepas, akan dihentikan lakan dihentikan. Acara-acara berskala besar termasuk pertunjukan langsung dan resepsi pernikahan akan dikurangi, serta tetap menerapkan tes sebelum acara berlangsung sebagai langkah penting. Bekerja dari rumah masih menjadi pilihan bagi sebagian besar perusahaan.

Langkah-langkah yang disampaikan, Selasa disusul dengan laporan 172 kasus baru di Singapura pada Senin (19/7), termasuk 163 kasus infeksi menular lokal. Ini adalah jumlah kasus harian tertinggi yang dilaporkan sejak Agustus lalu.

Sebagian besar kasus tersebut terkait dengan dua kelompok besar, yaitu Pelabuhan Perikanan Jurong – yang menjadi para penjual ikan mengumpulkan persediaan untuk dijual di pasar dan pusat penjualan makanan. Kelompok lain yang memicu penambahan kasus ada pada tempat-tempat karoke KTV, atau bar-bar yang menyediakan layanan berkaraoke karena melibatkan sosialisiasi para pelanggan dengan penghibur tamu.

Sebagai informasi, Pelabuhan Perikanan Jurong telah ditutup sampai akhir bulan sebagai upaya memutus rantai penularan. Para pekerjanya juga telah ditempatkan di karantina.

Pemerintah Singapura telah melarang operasional klub-klub malam, bar, dan lounge KTV sejak tahun lalu, karena aktivitas-aktivitas yang berlangsung di tempat itu dianggap berisiko tinggi. Namun beberapa dari perusahaan tersebut masih beroperasi sebagai kedai-kedai yang menyediakan makanan dan minuman. Meski demikian, sejumlah dari perusahaan diduga telah melanggar aturan terkait Covid-19 dengan memberikan layanan penghibur tamu.

Lonjakan Kasus Signifikan

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan pekan lalu, ada 480 kasus di komunitas. Angka ini melonjak signifikan dari 19 kasus yang dilaporkan dalam tujuh hari sebelumnya. Mengingat tingkat penularan saat ini, kasus-kasus baru diperkirakan meningkat tajam karena lebih banyak orang yang kemungkinan bakal terinfeksi.

“Ini sangat memprihatinkan, karena dapat memengaruhi banyak orang di komunitas kami di seluruh pulau. Ketika kami terus melakukan tes ekstensif untuk individu yang terpapar risiko infeksi, kami dapat memperkirakan jumlah kasus meningkat dalam beberapa hari mendatang,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura, yang dikutip CNBC.

Kemenkes Singapura menunjukkan, antara 12 Juli dan 18 Juli terdapat rata-rata 46 kasus Covid-19 di komunitas yang terdeteksi per hari. Ini merupakan jumlah kasus tertinggi yang terdeteksi sejak April 2020.

Pekan lalu, Singapura telah merevisi pembatasan terkait Covid-19 sehubungan dengan peningkatan kasus – beberapa hari setelah melonggarkan beberapa aturan.

Menurut kementerian kesehatan, hampir setengah dari populasi di Singapura telah mendapat vaksinasi Covid-19 lengkap. Target pemerintah adalah memvaksinasi 75% populasi pada Oktober. Tetapi masih ada sejumlah individu yang rentan, seperti kelompok orang tua belum divaksinasi terhadap virus corona ini.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN