Menu
Sign in
@ Contact
Search
Penonton bersorak saat helikopter Chinook Angkatan Udara Singapura dikawal oleh helikopter Apache berparade dengan bendera Singapura untuk menandai Hari Nasional ke-57 negara itu di Singapura pada 9 Agustus 2022. (FOTO: Roslan RAHMAN / AFP)

Penonton bersorak saat helikopter Chinook Angkatan Udara Singapura dikawal oleh helikopter Apache berparade dengan bendera Singapura untuk menandai Hari Nasional ke-57 negara itu di Singapura pada 9 Agustus 2022. (FOTO: Roslan RAHMAN / AFP)

Singapura Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi 2022

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:29 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Pemerintah Singapura pada Kamis (11/8) menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun ini setelah ekonomi mengalami kontraksi pada kuartal II-2022 dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Ini disebabkan kenaikan inflasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat, kata pemerintah.

Bank-bank sentral di seluruh dunia memperketat biaya pinjaman untuk menghadapi harga-harga yang meroket telah membebani permintaan global untuk ekspor Singapura. Pemerintah juga melukiskan gambaran suram untuk sisa tahun ini.

Para ekonom kerap melihat kinerja ekonomi terbuka yang digerakkan oleh perdagangan negara kota itu, sebagai barometer untuk aktivitas perdagangan global.

Baca juga: Wamendag Ajak Investor Singapura Bisnis Kripto di Indonesia

Ekonomi Singapura sekarang diproyeksikan tumbuh sebesar 3,0%-4,0% tahun ini, dipangkas dari perkiraan 3,0%-5,0%, kata Kementerian Perdagangan dalam pernyataan resminya, Kamis.

Ekonomi tumbuh 4,4% secara tahun ke tahun (YoY) pada kuartal II-2022 hingga Juni, katanya, lebih cepat dari pertumbuhan 3,8% yang tercatat pada kuartal sebelumnya.

Namun dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya, ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,2%, membalikkan ekspansi 0,8% pada kuartal I-2022.

“Sejak Mei, lingkungan ekonomi global semakin memburuk,” kata kementerian itu.

“Tekanan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif sebagai tanggapan diperkirakan akan membebani pertumbuhan di negara-negara maju utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Zona Euro,” lanjut kementerian.

Tiongkok, pasar utama untuk ekspor global, terus bergulat dengan penurunan pasar properti yang semakin dalam dan wabah Covid-19 domestik yang berulang.

Baca juga: Inflasi AS Mereda di Juli Terbawa Penurunan Harga Minyak

“Terlepas dari tanda-tanda baru-baru ini dari sedikit pelonggaran dalam gangguan pasokan global, gangguan tersebut kemungkinan akan bertahan selama sisa tahun ini karena faktor-faktor yang mendasari seperti konflik Rusia-Ukraina dan kebijakan nol kasus Covid-19 Tiongkok tetap ada,” tambahnya.

Pertumbuhan di AS diperkirakan melambat lebih lanjut pada paruh kedua tahun ini. “Gangguan terus-menerus dalam pasokan gas alam dari Rusia juga dapat memicu perlambatan tajam dalam ekonomi zona euro,” tulis kementerian tersebut, dengan nada memperingatkan.

Kepala ekonom OCBC Bank Selena Ling mengatakan ada pemulihan yang kuat di sektor penerbangan dan pariwisata, setelah pemerintah Singapura mencabut pembatasan virus corona. Langkah ini akan membantu meredam dampak dari melambatnya permintaan global.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com