Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street. Foto: wsj.com

Sinyal Bullish Menguat, Dow Naik 6,38%

Listyorini, Jumat, 27 Maret 2020 | 07:13 WIB

NEW YORK, Investor.id – Pasar saham Wall Street melanjutkan rally penguatan. Pada Kamis (Jumat pagi), Indeks Dow Jones Industrial Average melambung ke level 1.351,62 poin atau naik 6,38 % menjadi 22.552,17 poin.

Kenaikan ini adalah untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut setelah Pemerintah Trump berhasil meloloskan paket stimulus fiskal US$ 2 triliun dan mendapat persetujuan Senat AS. Meskipun angka klaim pengangguran meningkat 3.001.000, tetapi pasar optimistis paket stimulus itu akan bekerja dengan baik, demikian dikutip Reuters.

Tak hanya Dow, indeks S&P 500 juga meningkat 6,24% menjadi 2.630,07 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 413,24 poin atau 5,60%menjadi 7.797,54 poin. Penguatan indeks Dow Jones terus menerus diyakni menjadi sinyal bahwa pasar menuju bullish. Apalagi, secara persentase kenaikan tiga hari berturut-turut ini merupakan yang terkuat dari Dow sejak 1931.

Semalam, Departemen Tenaga Kerja AS mengeluarkan rilis bahwa klaim pengangguran untuk mengukur tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 3.283.000 atau meningkat 3.001.000 dalam pekan yang berakhir 21 Maret.

"Jumlah orang yang mengajukan klaim pekan lalu adalah indikasi dari tingkat goncangan terhadap ekonomi," kata Kepala Ekonom FHN Financial,Chris Low Kamis (26/3/2020). Namun, pasar optimistis bahwa guncangan ekonomi yang menciptakan pengangguran itu bisa diatasi dengan keluarnya paket stimulus dari Gedung Putih.

Senat AS akhirnya menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan Pemerintah Trump sebesar US$ 2 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (COVID-19). “Ini adalah tingkat investasi masa perang ke negara kita," kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell dalam sebuah pidato menanggapi disetujuinya paket tersebut.

Proses persetujuan paket stimulus fiskal cukup alot. Setelah berhari-hari negosiasi antara anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat, dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan pembantu lainnya, akhirnya paket stimulus mendapat persetujuan Senat AS. Pasar yakini paket ini dalam waktu dekat akan disetujui oleh Parlemen AS.

Paket stimulus yang diajukan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin senilai US$ 2 triliun. Rinciannya, US$ 500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$ 500 miliar sisanya untuk usaha kecil. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak yang akan diberikan pemerintah AS sebesar US$ 300 miliar dan lainnya. Kalau dihitung, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu.

Sebelumnya, Bank Sentral AS (The Fed) juga memberikan stimulus untuk menggerakkan ekonomi AS yang terkunci akibat kepanikan pasar menghadapi penyebaran virus corona (COVID). The Fed memangkas bunga acuan hingga mendekati nol persen dan membuat kebijakan quantitative easing (QE) tanpa batas.

Mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke juga mengatakan Rabu bahwa ekonomi AS akan mengalami rebound cepat setelah resesi "sangat tajam". "Jika tidak terlalu banyak kerusakan yang terjadi pada tenaga kerja, pada bisnis selama periode shutdown, betapapun lama itu, maka kita bisa melihat rebound yang cukup cepat," kata Bernanke kepada CNBC's "Squawk Box."

Dia menilai Ketua Fed saat ini Jerome Powell bergerak cepat untuk membendung pukulan ekonomi dari wabah. “Saya pikir The Fed sangat proaktif, dan Jay Powell dan timnya telah bekerja sangat keras dan menjadi yang terdepan dalam hal ini dan menunjukkan bahwa mereka dapat membuat sejumlah program yang beragam yang akan membantu kita menjaga ekonomi berfungsi selama periode penutupan ini,” katanya.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN