Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejalan kaki melintas di depan papan pergerakan harga saham di Tokyo. Foto: Investor Daily/AFP

Pejalan kaki melintas di depan papan pergerakan harga saham di Tokyo. Foto: Investor Daily/AFP

Sinyal Bullish Merembet ke Bursa Asia

Listyorini, Jumat, 27 Maret 2020 | 08:31 WIB

JAKARTA, Investor.id – Sinyal bullish dari bursa saham Wall Street merembet ke pasar Asia. Pagi ini, Jumat (27/3/2020), indeks Kospi dan Nikkei 225 dibuka langsung melesat, masing-masing naik 3,14% dan 2,07%.

Bursa saham di Korea Selatan memimpin kenaikan di antara pasar utama di kawasan Asia. Kospi naik 3,14% sementara indeks Kosdaq naik 4,29%. Di Jepang, Nikkei 22 melonjak 2,07% pada awal perdagangan, sedangkan indeks Topix naik 2,5%.

Sementara itu, saham di Australia naik lebih tinggi, dengan S & P / ASX 200 naik sekitar 0,3%, demikian dikutip dari Reuters.com.

Pasar saham Wall Street melanjutkan rally penguatan. Pada Kamis (Jumat pagi), Indeks Dow Jones Industrial Average melambung ke level 1.351,62 poin atau naik 6,38 % menjadi 22.552,17 poin. Kenaikan ini adalah untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut setelah Pemerintah Trump berhasil meloloskan paket stimulus fiskal US$ 2 triliun dan mendapat persetujuan Senat AS.

Penguatan indeks Dow Jones terus menerus diyakni menjadi sinyal bahwa pasar menuju bullish. Apalagi, secara persentase kenaikan tiga hari berturut-turut ini merupakan yang terkuat dari Dow sejak 1931.

Semalam, Departemen Tenaga Kerja AS mengeluarkan rilis bahwa klaim pengangguran untuk mengukur tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 3.283.000 atau meningkat 3.001.000 dalam pekan yang berakhir 21 Maret.

"Jumlah orang yang mengajukan klaim pekan lalu adalah indikasi dari tingkat goncangan terhadap ekonomi," kata Kepala Ekonom FHN Financial,Chris Low Kamis (26/3/2020). Namun, pasar optimistis bahwa guncangan ekonomi yang menciptakan pengangguran itu bisa diatasi dengan keluarnya paket stimulus dari Gedung Putih.

Senat AS akhirnya menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan Pemerintah Trump sebesar US$ 2 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (COVID-19). “Ini adalah tingkat investasi masa perang ke negara kita," kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell dalam sebuah pidato menanggapi disetujuinya paket tersebut.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN