Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita mengenakan masker sedang berjalan melewati sebuah toko di Madrid tengah, Spanyol pada 30 Juli 2020. ( Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP )

Seorang wanita mengenakan masker sedang berjalan melewati sebuah toko di Madrid tengah, Spanyol pada 30 Juli 2020. ( Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP )

Spanyol Tenggelam Dalam Resesi

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 07:19 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MADRID, investor.id - Spanyol jatuh ke dalam resesi pada kuartal II-2020 setelah produk domestik bruto (PDB) jatuh 18,5% karena pandemi virus corona Covid-19. Berdasarkan data resmi yang diumumkan pada Jumat (31/7).

Institute of National Statistics (INE) Spanyol menyatakan, pada kuartal I-2020 ekonomi Spanyol telah kontraksi 5,2%. Resesi umumnya didefinisikan sebagai kontraksi PDB selama dua kuartal berturut-turut.

Perkiraan pertama oleh INE secara luas sejalan dengan perkiraan oleh bank sentral Spanyol, yang memproyeksikan kontraksi ekonomi antara 16% dan 22% untuk periode antara April hingga Juni 2020. Pada periode tersebut, Spanyol sedang menjalani puncak karantina akibat Covid-19. Pada saat itu, semua kegiatan yang tidak vital dihentikan.

Pembatasan diberlakukan di bawah keadaan darurat, yang dimulai pada pertengahan Maret 2020. Pemberlakuan ini secara bertahap dicabut pada Mei dan Juni.

Sektor bisnis, transportasi, dan hotel semuanya terpukul parah. Dengan penurunan 40% dibandingkan dengan kuartal I-2020. Sementara sektor pariwisata, selaku pilar ekonomi Spanyol yang menyumbang 12% dari PDB, menderita kemerosotan pendapatan 60% dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Sektor konstruksi turun 24% dibandingkan dengan kuartal I-2020 dan industri sebesar 18,5%. Konsumsi rumah tangga turun sekitar 21% dan investasi bisnis sebesar 22%, sementara ekspor turun sekitar sepertiga.

Pemerintah Spanyol melihat ekonomi berkontraksi sebesar 9,2% secara keseluruhan pada 2020, tetapi bank sentral memperkirakan angkanya bisa mencapai 15%.

Pemulihan Tahunan

Kalangan analis di Capital Economics mengatakan, ekonomi Spanyol dapat berkontraksi sebesar 12% tahun ini, untuk kemudian kembali ke level sebelum datangnya Covid-19.

"Rekor terjun dalam PDB Spanyol sebesar 18,5% kemungkinan telah menjadi salah satu penurunan terbesar dari negara zona euro pada kuartal kedua, menggambarkan beratnya penguncian negara dan pemulihannya yang lambat dan parsial," kata mereka dalam sebuah catatan, Jumat, seperti dilansir dari AFP.

Mereka menambahkan, peningkatan kasus virus baru-baru ini kemungkinan akan menahan pemulihan di sektor pariwisata. Sehingga memperkuat pandangan mereka bahwa ekonomi Spanyol akan kesulitan untuk pulih secepat negara-negara tetangganya.

Sementara kalangan analis Unicredit mengatakan, meskipun pihaknya melihat pemulihan bertahap secara luas yang sejalan dengan negara zona euro lainnya, lonjakan kasus virus baru dapat melemahkan pemulihan yang sudah rapuh.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. ( Foto: Mariscal / POOL / AFP )
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. ( Foto: Mariscal / POOL / AFP )

Saat mengomentari kejatuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pertumbuhan, Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez mengatakan masa yang terburuk telah berlalu dan sudah waktunya untuk fokus pada pemulihan.

"Momen ini telah berlalu, memang benar setelah melawan (virus) datang kebangkitan ekonomi, dan sekarang kita harus fokus pada apa arti pemulihan ekonomi," tuturnya.

Menteri Perekonomian Ana de la Cuenca mengatakan, data sejak awal Mei 2020 telah menunjukkan reaktivasi kegiatan ekonomi secara bertahap. "Kami harus mengkonsolidasikan pemulihan. Dan untuk itu, sangat penting untuk menahan wabah baru," kata dia.

Spanyol, yang mencatatkan kematian lebih dari 28.400 orang akibat Covid-19, sekarang dilanda lonjakan infeksi baru yang memicu peringatan perjalanan dari Eropa dan langkah karantina oleh Inggris. Langkah keduanya telah merusak pemulihan industri pariwisata Spanyol.

Bantuan UE

Namun, Spanyol akan mendapat banyak manfaat dari rencana penyelamatan bersejarah senilai 750 miliar euro yang disepakati oleh 27 negara anggota Uni Eropa (UE) awal bulan ini. Lewat bantuan inii, negara akan menerima 140 miliar euro.

Menteri Ekonomi, Nadia Calvino mengatakan, langkah-langkah pemerintah untuk menopang perekonomian telah memungkinkan Spanyol untuk menghindari PDB yang runtuh lebih dari 25%. Langkah yang telah ditempuh pemerintah, antara lain memperluas skema cuti, memberi pinjaman yang dijamin negara, dan subsidi untuk wiraswasta.

Pandemi juga menghancurkan lebih dari satu juta pekerjaan di Spanyol pada kuartal II-2020, sebagian besar di sektor jasa dan pariwisata. Pengangguran mencapai 15,3% pada akhir Juni dan diperkirakan akan mencapai 19% pada akhir tahun, pemerintah mengatakan, meskipun Dana Moneter Internasional (IMF) melihatnya meningkat hingga 20,8%. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN