Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi vaksin virus corona Covid-19. ( Foto: Deposit Photos )

Ilustrasi vaksin virus corona Covid-19. ( Foto: Deposit Photos )

Studi Penelitian: Vaksin Booster Ketiga Belum Diperlukan

Selasa, 14 September 2021 | 07:38 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Laporan yang diterbitkan The Lancet pada Senin (13/9) menyebutkan bahwa vaksin-vaksin yang ada cukup efektif mencegah Covid-19 dengan gejala parah. Oleh karenanya belum dibutuhkan vaksin dosis ketiga atau booster untuk diberikan kepada masyarakat umum.

Diketahui bahwa beberapa negara mulai menawarkan dosis vaksin Covid-19 tambahan karena khawatir dengan varian Delta yang diklaim jauh lebih menular. Situasi tersebut mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan moratorium injeksi ketiga di tengah kekhawatiran tentang pasokan vaksin ke negara-negara miskin, mengingat masih ada jutaan penduduk yang sama sekali belum mendapat vaksin dosis pertama.

Laporan yang dibuat oleh para ilmuwan, termasuk dari WHO, menyimpulkan kendati ada ancaman Delta, dosis booster untuk masyarakat umum tidak sesuai pada tahap pandemi ini.

Para penulis laporan – yang sudah meninjau studi observasional dan uji klinis – menemukan bahwa vaksin-vaksin yang ada tetap sangat efektif melawan gejala Covid-19 yang parah, di semua varian virus utama termasuk Delta. Meskipun keberhasilannya lebih rendah dalam mencegah penyakit tanpa gejala.

“Secara keseluruhan, penelitian yang tersedia saat ini tidak memberikan bukti kredibel tentang penurunan perlindungan secara substansial terhadap penyakit parah, yang mana merupakan tujuan utama vaksinasi,” ujar penulis utama Ana-Maria Henao-Restrepo dari WHO, yang dikutip AFP.

Henae-Restrepo menambahkan, dosis-dosis vaksin harus diprioritaskan kepada penduduk di seluruh dunia yang masih menunggu suntikan. “Jika vaksin dikerahkan di tempat yang paling baik, mereka dapat mempercepat pandemi berakhir dengan menghambat evolusi varian lebih lanjut,” katanya.

Negara-negara, seperti Prancis dilaporkan sudah mulai mendistribusikan vaksin dosis ketiga kepada kelompok orang tua dan masyarakat yang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Sementara itu, Israel telah melangkah lebih jauh dengan menawarkan vaksin dosis ketiga kepada kelompok usia 12 tahun ke atas selang lima bulan setelah mereka mendapat vaksinasi lengkap.

Berdasarkan kesimpulan studi Lancet, varian virus Covid saat ini belum cukup berkembang untuk menghindari respons imun dari pemberian vaksin yang saat ini digunakan.

Para penulis berpendapat, jika mutasi virus baru memang muncul dan mampu menghindari respons tersebut maka akan lebih baik untuk memberikan vaksin booster yang dimodifikasi secara khusus, yang ditujukan ke varian yang lebih baru daripada didasarkan pada vaksin yang ada.

Di sisi lain, Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah meminta negara-negara menghindari pemberikan dosis tambahan vaksin Covid-19 hingga akhir tahun. Pasalnya, badan kesehatan di bawah naungan PBB itu telah menetapkan target global agar setiap negara dapat memvaksinasi setidaknya 10% dari populasinya pada akhir bulan ini, dan setidaknya 40% pada akhir tahun ini. WHO juga ingin melihat setidaknya sudah 70% dari populasi dunia divaksinasi pada pertengahan tahun depan. T

Namun Tedros mengeluh karena hampir semua negara kaya telah mencapai angka 10%, dan lebih dari 70% telah mencapai 40%. “Sedangkan di negara-negara berpenghasilan rendah, tidak ada satu pun yang mencapai kedua target tersebut,” ujar dia.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN