Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alibaba.com. Foto: lnkedIn

Alibaba.com. Foto: lnkedIn

Tak Jalani Aturan Pelaporan, Tiongkok Denda Alibaba dan JD.com

Sabtu, 20 November 2021 | 17:44 WIB
Fajar Widhiyanto

BEIJING, Investor.id - Otoritas Pasar Tiongkok disebutkan telah menetapkan denda atas sejumlah perusahaan IT unicorn-nya termasuk Alibaba, Baidu dan JD.com karena dinilai gagal mempublikasikan 43 kesepakatan yang telah ditetapkan sejak tahun 2012. Mereka di antaranya disebutkan telah melanggar aturan antimonopoli.

Perusahaan-perusahaan dimaksud bisa dikenai denda masing-masing hingga 500.000 yuan atau US$78.000 (sekira Rp1,11 miliar), yang merupakan denda maksimum di bawah Undang-Undang Antimonopoli China tahun 2008.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/11), Alibaba, Baidu, JD.com dan Geely yang merupakan perusahaan-perusahaan yang dipastikan dikenakan denda belum memberikan komentar atas keputusan ini.

Pemerintah Tiongkok telah memperketat pengawasannya atas sejumlah platform internet, kebalikan dari kebijakan sebelumnya yang memberikan ruang yang amat luas bagi operasional korporasi setempat. Dalam satu kesempatan regulator menegaskan adanya penyalahgunaan kekuatan pasar oleh sejumlah korporasi untuk menekan kompetisi, penyalahgunaan data konsumen dan pelanggaran hak-hak konsumen.

Kesepakatan pertama dilansir pada tahun 2012 ketika dilaksanakannya langkah akuisisi oleh Baidu atas perusahaan mitranya. Sementara yang termutakhir adalah kesepakatan yang dibuat Baidu tahun 2021 dengan perusahaan otomotif Zhejiang Geely Holdings untuk mengembangkan perusahaan mobil berbasis energi baru.

Kesepakatan lainnya disebutkan Lembaga Adminstrasi dan Pengawasan Pasar Pemerintah adalah akuisisi Alibaba atas perusahaan pemetaan dan navigasi AutoNavi di tahun 2014, dan pembelian 44% saham di Ele.me yang menjadikan Alibaba pemiliki saham terbesar pada perusahaan layanan pengantaran makanan tersebut.

Pihak otoritas sendiri menyebut kesepakatan tersebut tidak memberikan implikasi penghilangan atau pembatasan persaingan.

Pada bulan Desember 2020 lalu, otoritas telah menetapkan denda pada Alibaba, China Literature yang disokong oleh Tencent, dan Shenzhen Hive Box masing-masing sebesar 500.000 akibat tidak melaporkan secara layak kesepakatan tinjauan antimonopoli.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN