Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un pada permulaan pertemuan puncak AS-Korut di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura pada 12 Juni 2018. ( Foto: AFP / SAUL LOEB )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un pada permulaan pertemuan puncak AS-Korut di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura pada 12 Juni 2018. ( Foto: AFP / SAUL LOEB )

Tenggat Waktu AS-Korut Semakin Dekat

Grace Eldora, Rabu, 15 Januari 2020 | 08:58 WIB

SEOUL, investor.id – Tenggat waktu bagi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) untuk mencapai kesepakatan terkait senjata nuklir Korea Utara semakin dekat. Pada Selasa (14/1) Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In, yang menjadi perantara pembicaraan, memberi peringatan kepada kedua negara.

Moon telah lama memperjuangkan pencairan hubungan dengan Korut dan menggunakan ajang Olimpiade Musim Dingin 2018 Korsel untuk membangun pemulihan hubungan diplomatik. Relasi kedua negara mencapai puncaknya dengan pertemuan puncak penting antara Pemimpin Korut Kim Jong-Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura.

Namun, negosiasi masih di jalan buntu sejak pertemuan puncak kedua di Hanoi tahun lalu, soal keringanan sanksi dan apa yang mau diberikan oleh Korut sebagai imbalan.

Sejak itu, pemerintah Korut mengakhiri moratorium uji coba rudal balistik nuklir dan antarbenua. Pihaknya mengatakan tidak akan kembali ke perundingan, kecuali pemerintah AS lebih dulu memenuhi semua tuntutannya secara penuh.

Ia juga telah menangguhkan hampir semua kerja sama antar-Korea dan mengatakan tidak ada yang perlu dibicarakan dengan pemerintah Korsel.

"Jelas ada jeda dalam pembicaraan. Kedua pihak tidak punya banyak waktu tersisa,” ujar Moon, dalam konferensi pers tahunan Tahun Baru.

Ia menambahkan, begitu proses pemilihan presiden skala penuh dimulai, mungkin tidak mudah bagi AS meluangkan waktu untuk berbicara dengan Korut. Terlepas dari pertikaian itu, dia berkeras diskusi lebih lanjut masih mungkin dilakukan. Moon menekankan bahwa pintu dialog tetap terbuka.

"Kami tidak bisa optimistis tentang pembicaraan antara Utara dan Selatan serta Utara dan AS dalam beberapa bulan terakhir,” tuturnya akhir pekan lalu.

Kim mengatakan, ucapan selamat ulang tahun dari Trump kepada Kim Jong Un adalah langkah sembrono dan agak sombong.

Namun Moon berusaha menenangkan keadaan pada konferensi pers Selasa. Ia berkeras pemerintah Korut tidak mengatakan soal pembicaraan tentang kerja sama lintas batas.

Moon mengangkat prospek dengan memulai kembali kunjungan wisatawan Selatan ke Korea Utara dan mendorong pengecualian sanksi, jika itu diperlukan. Ia mengulang kembali seruannya untuk pembicaraan dengan Korut tentang membentuk tim yang bersatu untuk berbaris bersama dan bersaing di Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang.

Menurutnya, pertandingan tahun ini dapat mengulangi peran mereka sebagai tempat mempromosikan perdamaian di semenanjung Korea. Namun seruan Moon yang disampaikan dengan ikatan olahraga ditanggapi dingin.

Pemerintah Korut menampik kemungkinan tim sepak bola perempuannya bermain di Tokyo, daripada ambil bagian dalam kualifikasi di Korsel bulan depan.

"Upaya lebih lanjut untuk mengadili Korut tanpa berhubungan dengan kenyataan, hanya akan mengundang lebih banyak ejekan dari pemerintah Korut," kata surat kabar Korea Herald dalam tajuk rencana Selasa. (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA