Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) David Nabarro. ( Foto:  Albin Lohr-Jones / Pacific Press / LightRocket via Getty Images )

Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) David Nabarro. ( Foto: Albin Lohr-Jones / Pacific Press / LightRocket via Getty Images )

Terus Melonjak, Infeksi Covid di India Lewati 5 Juta Kasus

Kamis, 17 September 2020 | 07:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW DELHI, investor.id – Kasus infeksi virus corona Covid-19 terkonfirmasi di India dilaporkan melonjak melewati lima juta kasus pada Rabu (16/9). Utusan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) David Nabarro pun mengingatkan bahwa pandemi itu masih awalnya saja.

Kasus virus corona secara global terus bergerak cepat mendekati angka 30 juta, dengan mencatatkan lebih dari 935.000 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19. Perekonomian global hancur, dan negara-negara berjuang untuk menahan penyebaran virusnya.

Di India, yang dihuni oleh 1,3 miliar penduduk, kembali melaporkan beberapa lonjakan kasus harian tertinggi di dunia baru-baru ini. Bahkan utusan khusus WHO Nabarro menggambarkan situasi pandemi global sebagai hal yang mengerikan sekaligus fantastis.

“Ini jauh lebih buruk daripada kisah fiksi ilmiah mana pun tentang pandemi. Ini benar-benar serius – kita bahkan belum berada di tengah-tengahnya. Kita masih di awal,” ujar Nabarro kepada anggota parlemen Inggris, pada Selasa (15/9), yang dikutip oleh AFP.

Penyebaran virus corona tergolong cepat di beberapa bagian dengan penduduk terpadat di dunia, seperti India di mana jutaan kasus infeksi terbaru terdeteksi hanya dalam 11 hari.

Beberapa ahli telah memperingatkan, jumlah total kasus bisa jauh lebih tinggi di negara yang sangat luas itu menyusul pelonggaran aturan pembatasan baru-baru ini, terlepas adanya lonjakan kasus. Otoritas beralasan pelonggaran bertujuan perekonomian negara yang sedang goyah.

“Orang-orang telah kehilangan rasa takut mereka atau terlalu lelah untuk berhati-hati. Mereka sekarang ingin keluar dan mencari nafkah. Semuanya sekarang telah dipasrahkan atas kehendak Tuhan,” kata Jayant Surana, seorang pengusaha yang berbasis di New Delhi, kepada AFP.

Klaim Vaksin

Sementara Amerika Serikat (AS) masih menadi negara yang paling terpukul di dunia dalam hal jumlah kasus infeksi dan kematian. Presiden Donald Trump dilaporkan berada di bawah tekanan kuat atas penanganannya terhadap krisis virus corona. Oleh karena itu pada Selasa, dia menyampaikan bahwa vaksin mungkin tersedia dalam sebulan, didasarkan oleh prediksi optimistisnya sendiri.

“Anda tahu, dalam beberapa pekan kami akan mendapatkannya, bisa jadi tiga minggu, empat minggu,” ujar Trump dalam acara town hall yang disiarkan di ABC News.

Namun para ahli khawatir jika lembaga-lembaga Amerika yang terkenal di dunia – yang bertanggung jawab untuk mengawasi persetujuan dan distribusi vaksin – semakin dikompromikan oleh tekanan politik, dan mengambil jalan pintas untuk mempersiapkan vaksin sebelum pemilihan presiden (pilpres) November mendatang.

Sementara Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pada Selasa, bahwa Jerman bertujuan mencapai herd immunity melalui vaksin virus corona sukarela yang diharapkan tersedia secara luas pada pertengahan 2021.

Banyak negara di Eropa yang mulai melonggarkan aturan pembatasannya setelah sebagian besar mampu mengendalikan penyebaran wabah. Meski demikian mereka bakal dihadapkan dengan lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan lagi.

Salah satu negara di Eropa, Denmark pada Selasa mengumumkan pembatasan baru, termasuk jam buka yang lebih pendek untuk bar-bar dan restoran, syarat baru untuk memakai masker dan mengurangi kerumunan saat gelaran pertandingan sepak bola.

Merujuk pada Eropa, Direktur darurat WHO Michael Ryan memperingatkan bahwa sudah waktunya untuk berhenti mencari sesuatu yang akan menyelesaikan semua masalah, dan mengambil keputusan sulit guna melindungi yang paling rentan, mengingat musim dingin yang mematikan semakin dekat.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN