Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: Eric BARADAT / AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: Eric BARADAT / AFP )

The Fed: Di Tengah Ketidakpastian, Stimulus Sangat Penting

Jumat, 18 September 2020 | 06:16 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) berjanji untuk terus mendukung ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan tingkat suku bunga rendah, guna membantu memulihkan puluhan juta lapangan kerja yang hilang akibat pandemi virus corona Covid-19.

Tetapi bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut juga menekankan bahwa bantuan tambahan dari pemerintah akan menjadi kuncinya. Stimulus pemerintah yang diberikan pada tahap awal pandemi dinilai berperan sangat penting bagi kemajuan yang melebihi harapan sejauh ini.

Tetapi, kata Gubernur The Fed Jerome Powell, kemungkinan perlu suntikan stimulus lainnya karena prospek pemulihan ekonomi tetap dibayangi ketidakpastian.

Pernyataan The Fed usai rapat kebijakan Rabu (16/9) siang waktu setempat keluar di tengah adanya optimisme baru. Pemerintah dan para pemimpin Partai Demokrat di Kongres diperkirakan mencapai kompromi untuk paket belanja baru.

Kompromi tercapai di saat data terbaru menunjukkan kenaikan belanja melambat dan pemutusan kerja terus berlanjut.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyatakan akan mempertahankan suku bunga rendah sampai tujuannya tercapai, yang pemenuhan maksimum lapangan kerja. Dengan demikian, inflasi akan naik melebihi target 2%. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan lapangan kerja dan terus mendorong pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Powell mengatakan, keseluruhan aktivitas tetap jauh di bawah level sebelum pandemi dan jalurnya di depan masih sangat tidak pasti.

"Diperlukan beberapa saat untuk kembali ke tingkat aktivitas ekonomi dan lapangan kerja yang berlaku di awal tahun ini. Menurut pendapat saya, kemungkinan akan lebih banyak dukungan fiskal yang dibutuhkan," kata Powell.

Dia mencatat, sekitar 11 juta orang masih menganggur karena pandemi dan banyak yang masih bekerja dalam industri yang kemungkinan besar akan mengalami kesulitan. “Orang-orang itu mungkin membutuhkan dukungan tambahan," imbuhnya.

Bisnis kecil juga terus mengalami kesulitan, sementara pemerintah negara bagian maupun pemerintah lokal menghadapi penurunan pendapatan dan pada saat yang sama pengeluaran meningkat.

Perkiraan rerata produk domestik bruto (PDB) di antara 17 anggota FOMC mencerminkan pemulihan AS yang lebih baik dari perkiraan. Mereka sekarang menunjukkan ekonomi berkontraksi hanya 3,7% tahun ini, dibandingkan dengan penurunan 6,5% yang diperkirakan pada Juni.

Namun, ekspektasi pertumbuhan untuk 2021 dan 2022 lebih rendah dari sebelumnya. Pengangguran AS telah turun menjadi 8,4% dari puncaknya di level 14,7% pada April, di tengah penutupan bisnis yang paling luas akibat pandemi. Menurut perkiraan rerata dari anggota FOMC, tingkat pengangguran di akhir tahun dapat mencapai 7,6% dan turun menjadi 5,5% pada akhir tahun depan.

"Pasar tenaga kerja telah pulih, tetapi masih jauh dari pengangguran maksimum," ujar Powell.

Lebih Banyak Bantuan

Powell, yang permohonannya menjadi semakin mendesak, mengatakan Kongres berhak memutuskan apa bentuk bantuan yang akan diambil.

Pembicaraan di Washington tentang undang-undang (UU) baru, untuk membantu pekerja dan bisnis yang terkena dampak penurunan virus corona, telah macet selama berminggu-minggu. Tetapi Ketua Dewan Perwakilan dari Partai Demokrat Nancy Pelosi dan kepala staf pemerintahan Mark Meadows masing-masing membuat pernyataan yang membesarkan hati, tentang potensi untuk memecahkan kebuntuan.

Perubahan Kebijakan

Pernyataan The Fed menegaskan kembali perubahan kebijakan yang diumumkan Powell bulan lalu. Artinya, bank sentral akan mempertahankan suku bunga rendah untuk kembali ke jumlah lapangan kerja maksimum, yang memungkinkan inflasi memanas dan bertahan di atas target 2% untuk waktu yang lama.

Perkiraan baru juga menunjukkan bank sentral mengharapkan suku bunga akan tetap nol setidaknya hingga 2023. Sementara itu, inflasi bahkan belum mencapai 2% hingga akhir tahun tersebut.

Namun, dua anggota FOMC berbeda pendapat dalam pemungutan suara. Satu pihak mengindikasikan kebijakan tersebut mungkin berjalan terlalu jauh, sementara pihak lainnya mengatakan kebijakan itu tidak cukup agresif. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN