Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Dana Moneter Internasional (IMF) yang terpasang di markasnya, di Washington DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: SAUL LOEB / AFP )

Logo Dana Moneter Internasional (IMF) yang terpasang di markasnya, di Washington DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: SAUL LOEB / AFP )

The Fed Diminta Hati-hati dengan Rencana Pengetatan Kebijakan

Sabtu, 24 Juli 2021 | 06:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan pada Kamis (22/7) waktu setempat bahwa The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) telah sangat efektif dalam mengelola krisis Covid-19, dan mendukung pemulihan dengan komitmennya untuk melampaui target inflasi 2% dalam jangka pendek.

Tapi, dalam laporan lengkapnya tentang penilaian tahunan kebijakan ekonomi AS, Dewan Eksekutif IMF juga menyatakan, The Fed harus berhati-hati dalam mengomunikasikan pemikirannya. Untuk memastikan agar pada saatnya kebijakan moneter akomodatif dan pembelian aset ditarik, hal itu berjalan transparan dan tidak menimbulkan gejolak.

Pernyataan IMF tersebut seiring kekhawatirannya bahwa tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi bakal menguras aliran modal dari pasar negara berkembang di masa-masa kritis pemulihan mereka.

“Mengelola transisi ini – mulai dari memberikan jaminan bahwa kebijakan moneter akan terus memberikan dukungan yang kuat kepada ekonomi hingga mempersiapkan pengurangan pembelian aset, dan penarikan akomodasi moneter – akan membutuhkan komunikasi yang cekatan, serta di bawah garis waktu yang berpotensi ketat demi menghindari kesalahpahaman pasar, volatilitas harga pasar, dan/atau pengetatan kondisi keuangan yang tidak beralasan,” demikian penjelasan IMF yang dikutip CNBC.

Dewan IMF juga menuturkan bahwa usulan pemerintahan Biden untuk berinvestasi dalam infrastruktur, membantu rumah tangga yang rentan, meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan meningkatkan produktivitas telah mendapat sambutan baik. Tetapi IMF mencatat, penargetan kebijakan yang lebih baik akan memperkuat dampaknya terhadap permintaan dan kesetaraan, serta mengurangi risiko dari inflasi yang berkelanjutan.

Menurut IMF, pihak berwenang AS harus memprioritaskan belanja untuk program-program yang memiliki dampak terbesar pada produktivitas, partisipasi angkatan kerja, pengurangan kemiskinan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

IMF menambahkan, ada lebih banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pajak, termasuk menghapus kredit pajak pada tingkat pendapatan rumah tangga yang lebih rendah, meningkatkan pembayaran pajak perkebunan dan merumuskan kembali pajak bisnis atas arus kas alih-alih keuntungan.

“Mengorientasikan ulang proposal pajak dan pengeluaran pemerintah dengan cara ini kemungkinan akan menyiratkan dorongan permintaan yang lebih lambat namun lebih berkelanjutan, menciptakan dorongan yang lebih besar untuk pasokan agregat, dan, dengan demikian, mengurangi risiko jangka pendek yang ditimbulkan oleh kenaikan berkelanjutan dalam inflasi,” kata IMF.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN