Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / POOL / AFP )

Gubernur The Fed Jerome Powell. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / POOL / AFP )

The Fed: Ekonomi AS Belum Sepenuhnya Pulih

Jumat, 30 Juli 2021 | 06:09 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda-tanda kemajuan, tetapi Federal Reserve (The Fed) mengatakan pihaknya belum siap untuk mengakhiri kebijakan uang longgar yang diterapkannya ketika pandemi dimulai tahun lalu.

Keberhasilan program vaksinasi Covid-19 dinilai telah membantu meningkatkan kegiatan bisnis dan pasar lapangan kerja.

"(Meskipun sektor-sektor yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19) telah menunjukkan peningkatan tetapi belum sepenuhnya pulih," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dalam pernyataan pada Rabu (29/7) siang waktu setempat, usai dua hari rapat kebijakan, yang dikutip AFP.

Bank sentral AS memangkas suku bunga pinjaman menjadi nol pada awal pandemi Covid-19 dan menjalankan program pembelian obligasi besar-besaran. Tujuannya menyediakan likuiditas untuk membantu ekonomi terbesar di dunia mengatasi kerusakan.

FOMC mengingatkan bahwa risiko terhadap prospek ekonomi tetap ada. Pihaknya sekali lagi berjanji untuk mempertahankan kebijakan tersebut sampai melihat kemajuan lebih lanjut yang substansial pada target ketenagakerjaan dan inflasi maksimum.

Gubernur The Fed Jerome Powell kembali mencoba meredam kekhawatiran tentang lonjakan harga, yang ia gambarkan sebagian besar bersifat sementara dan terbatas pada sektor-sektor tertentu.

"Proses pembukaan kembali ekonomi belum pernah terjadi sebelumnya, seperti penutupan pada awal pandemi," kata Powell.

The Fed menggelar pertemuan kebijakan pekan ini pada momen yang penuh ketidakpastian bagi ekonomi AS. Varian Delta Covid-19 yang menyebar cepat telah mendorong beberapa bagian AS untuk menerapkan kembali aturan pemakaian masker dan memicu kekhawatiran hal itu dapat merusak pemulihan.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan kebijakan, Powell secara menyuarakan optimisme dan juga kehati-hatianhati. Ia mengakui bahwa inflasi telah meningkat jauh di atas target 2% Fed. Indeks harga konsumen tahunan mencapai 5,4% pada Juni, tertinggi sejak Agustus 2008. Menurut Powell, inflasi dapat terus naik.

The Fed telah berkomitmen untuk membiarkan inflasi melebihi target 2% untuk sementara waktu. Langkah ini memungkinkan ekonomi kembali ke angka lapangan kerja penuh setelah kerusakan akibat Covid-19.

FOMC sedang mempertimbangkan kapan harus mengambil langkah pertama untuk mengurangi program pembelian obligasi (tapering).

The Fed saat ini membeli setidaknya US$ 80 miliar per bulan obligasi pemerintah dan setidaknya US$ 40 miliar surat utang yang didukung hipotek.

Powell telah berjanji untuk memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan apa pun atas program pembelian aset itu. Tetapi ia tidak banyak memberikan petunjuk tentang kapan itu mungkin terjadi.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN