Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell

Gubernur The Fed Jerome Powell

The Fed Luncurkan QE Tanpa Batas

Listyorini, Senin, 23 Maret 2020 | 20:28 WIB

JAKARTA, Investor.id - Bank Sentral AS (The Fed) siap memompa likuiditas di pasar dengan kebijakan quantitative easing (QE) tanpa batas. Rentetan program yang diluncurkan ini bertujuan untuk membantu pasar berfungsi lebih efisien setelah terjadi kepanikan akibat pendemi virus corona (COVID-19).

Di antara inisiatif yang diluncurkan The Fed, Senin (23/3/2020), adalah komitmen untuk melanjutkan program pembelian aset dalam jumlah yang dibutuhkan, yakni pembelian Treasury dan mortgage back securities (MBS), dalam jumlah yang tak terbatas. Langkah ini mewakili babak baru dalam "pencetakan uang" The Fed.

Langkah lainnya adalah program pinjaman untuk sektor riil dan fasilitas pinjaman beragun aset yang diimplementasikan selama krisis keuangan. Akan ada program senilai US$ 300 miliar untuk mendukung aliran kredit kepada pengusaha dan konsumen bisnis.

Pengumuman The Fed hari Senin tersebut dinilai merupakan intervensi pasar paling agresif . Sebelumnya, Bank Sentral AS juga mengumumkan akan membeli Treasurys senilai US$ 500 miliar dan US$$ 200 miliar di MBS. Disamping itu, The Fed juga telah memangkas suku bunga nyaris nol persen untuk memompa likuiditas.

“Kebijakan The Fed kali ini menunjukkan bahwa bank sentral tersebut telah menggeser gigi untuk melaju kendaraan dengan kecepatan tunggi,” kata Chris Rupkey, kepala ekonom keuangan di MUFG Union Bank, seperti dikutip CNBC.com

Bank sentral AS, kata dia, telah bergeser perannya dari bukan hanya sebagai pemberi pinjaman terakhir , tetapi sekarang menjadi pembeli terakhir. “Jangan tanya berapa banyak yang akan mereka beli, ini benar-benar QE tak terbatas,” katanya.

Pendemi COVID-19 menyebabkan kesulitan besar di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia. “Prioritas utama bangsa kita adalah merawat mereka yang menderita dan membatasi penyebaran virus lebih lanjut, "kata The Fed dalam rilisnya.

“Sementara ketidakpastian masih ada, menunjukkan bahwa ekonomi kita akan menghadapi gangguan parah,”” ujarnya. Menurut The Fed, upaya agresif harus dilakukan lintas sektor publik dan swasta untuk membatasi kerugian pada pekerjaan dan pendapatan sehingga bisa dilakukan pemulihan secara cepat.

BAGIKAN