Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / POOL / AFP )

Gubernur The Fed Jerome Powell. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / POOL / AFP )

The Fed Masih akan Pertahankan Stimulus

Jumat, 30 April 2021 | 05:42 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Kenaikan harga-harga konsumen yang sifatnya dinilai hanya sementara tidak akan membuat The Federal Reserve (The Fed) menarik stimulus moneter yang telah digelontorkan ke dalam ekonomi Amerika Serikat (AS) selama pandemi Covid-19. Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya Rabu (29/4) waktu setempat memastikan stimulus itu akan berlanjut.

Walaupun ekonomi AS sudah memulih dari kejatuhan yang disebabkan pandemi tersebut pada tahun lalu, tapi membutuhkan waktu untuk bisa melihat apakah pemulihan itu tetap kuat dan bertahan. Menurut Powell, terlalu dini untuk berbicara tentang pelonggaran kebijakan.

Dia menggarisbawahi komitmen The Fed untuk menjaga suku bunga acuan tetap mendekati nol, yang mana sudah berlaku sejak awal krisis kesehatan dan ekonomi ini. Powell juga mengatakan akan melanjutkan program pembelian obligasi besar-besaran sampai pasar lapangan kerja pulih dan inflasi melebihi ambang 2% hingga beberapa waktu.

Powell juga menepis praduga bahwa para pembuat kebijakan di Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC dapat membiarkan inflasi lepas kendali. "Kami memahami tugas kami. Kami akan tetap melakukan tugas kami," ujar Powell.

Ia mengakui inflasi akan menguat dalam beberapa bulan mendatang ketika kegiatan bisnis juga meningkat. Tetapi Powell menekankan, faktor utama yang mendorong inflasi lebih tinggi akan menghilang.

"Episode kenaikan harga sekali saat ekonomi dibuka kembali tidak lah sama, dan tidak mungkin mengarah pada, kenaikan inflasi tahunan secara terus-menerus," kata Powell, dalam menanggapi pertanyaan dari AFP.

Harga banyak barang dan jasa di AS sempat turun tajam pada bulan-bulan awal pandemi. Karena permintaan merosot dan ekonomi melemah sebagai dampak krisis kesehatan tersebut. Namun harga-harga tersebut telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Termasuk harga bahan bakar minyak karena wisatawan dan para pelaju kembali ke beraktivitas.

Tetapi kenaikan belakangan ini, termasuk lonjakan harga konsumen tahunan sebesar 2,6% pada Maret 2021, sebagian besar disebabkan oleh pemulihan dari kejatuhan tahun lalu. Efek seperti ini, kata Powell, akan segera hilang.

Namun, ia mengakui penyelesaian masalah kemacetan pasokan yang juga berkontribusi terhadap tekanan inflasi akan lebih sulit untuk diprediksi.

Kekhawatiran Tidak Terkendali

Ekonom Harvard dan mantan menteri keuangan AS Lawrence Summers menjadi yang pertama menyampaikan kekhawatiran tentang apa yang ia lihat sebagai sikap berpuas diri The Fed terhadap kenaikan harga-harga.

Dalam sebuah seminar pekan lalu, Summers mengutip pepatah lama The Fed yang bertujuan menyingkirkan mangkuk minuman sebelum pesta menjadi tidak terkendali. Ia mengkritik apa yang diibaratkan oleh kalangan ekonom bahwa The Fed tidak akan melakukan apa pun sampai melihat sekelompok orang jadi mabuk karenanya.

Dia menunjukkan contoh pada periode 1960-an dan 1970-an. Ketika inflasi AS melonjak. Saat itu, The Fed harus menaikkan suku bunga secara tajam untuk mengendalikannya, dan hal itu menyebabkan resesi.

Powell mengatakan situasi saat ini jauh berbeda dari masa itu. "(Kenaikan harga ini) tidak mengindikasikan harus ada perubahan dalam kebijakan moneter karena sifatnya sementara dan diharapkan akan reda sendiri," lanjutnya.

Namun, lanjut dia, The Fed tetap teguh dengan komitmennya untuk memerangi inflasi jika kenaikan harga berlangsung terus-menerus.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN