Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, DC.,  Amerika Serikat (AS). ( Foto: Daniel SLIM / AFP )

Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: Daniel SLIM / AFP )

The Fed Mulai Tapering Pertengahan November

Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) dapat mulai mengurangi jumlah pembelian obligasi atau tapering paling cepat pada pertengahan November 2021. Menurut risalah hasil pertemuan kebijakan The Fed pada September 2021, pihaknya sebentar lagi mencapai sasaran-sasaran ekonomi sehingga dapat memulai normalisasi kebijakan dengan mengurangi besaran pembelian aset bulanan.

Pembelian aset yang mencapai US$ 120 miliar per bulan itu akan dikurangi secara bertahap. Risalah hasil pertemuan itu menyebutkan bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut kemungkinan akan mulai memangkas US$ 10 miliar per bulan untuk pembelian obligasi pemerintah dan US$ 5 miliar per bulan untuk sekuritas berbasis hipotek atau mortgage-backed securities (MBS).

Saat ini, The Fed membeli Treasury sebanyak US$ 80 miliar per bulan dan MBS sebanyak US$ 40 miliar per bulan. Laporan itu juga menyebutkan bahwa jika tidak ada gangguan-gangguan, target untuk mengakhiri pembelian aset itu adalah pada pertengahan 2022.

“Para peserta secara umum menilai bahwa karena pemulihan ekonomi tetap pada jalurnya, proses tapering bertahap dan berakhir pada sekitar pertengahan tahun depan kemungkinan menjadi langkah yang tepat. Para peserta juga mencatat bahwa jika keputusan untuk memulai tapering itu diambil pada rapat berikutnya, proses tapering atas pembelian bulanan dapat dimulai pada pertengahan November atau pertengahan Desember,” bunyi risalah pertemuan tersebut, seperti dilansir CNBC.

Rapat kebijakan The Fed yang berikutnya dijadwalkan pada 2-3 November 2021. Jika tapering dimulai pada November, berarti akan melampaui konsensus pasar.

Para pejabat The Fed juga mengatakan bahwa estimasi-estimasi bank sentral tetap konsisten dengan penilaian bahwa tapering bertahap dapat rampung pada Juli tahun depan.

“Jika mereka mengumumkan (tapering) pada November, mengapa pula harus menunggu. Putuskan dan lakukan saja. Saya sedikit terkejut dengan pernyataan bahwa beberapa peserta memilih untuk memproses tapering itu lebih cepat,” kata Kathy Jones, kepala strategi pendapatan tetap Charles Schwab.

Yang berarti, tambah dia, tapering itu akan sangat agresif. Ia percaya ada beberapa pejabat The Fed yang lantang berbicara dan sangat merasa bahwa harus bergerak lebih cepat.

Salah seorang di antaranya bisa jadi Presiden The Fed St Louis James Bullard. Sebab kepada CNBC pada Selasa (12/10) waktu setempat, ia berpendapat tapering seharusnya lebih agresif. Jika The Fed harus menaikkan suku bunga acuan tahun depan, untuk memerangi inflasi yang terus naik.

The Fed pada pertemuan kebijakan September 2021 sepakat untuk mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek di kisaran nol dan 0,25%.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN