Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell

Gubernur The Fed Jerome Powell

The Fed Perluas Akses Repo Dolar untuk Bank Sentral Asing

Listyorini, Selasa, 31 Maret 2020 | 21:24 WIB

WASHINGTON, Investor.id – Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memperluas akses repo dolar untuk bank sentral asing selama krisis ekonomi yang disebabkan oleh virus corona (Covid-19). Program baru ini memungkinkan bank sentral asing menukar kepemilikan mereka atas surat berharga AS untuk pinjaman semalam.

Tujuannya adalah membantu kelancaran fungsi pasar keuangan global dan menyediakan sumber alternatif sementara atas dolar AS, selain dari penjualan surat berharga di pasar terbuka, demikian rilis dari The Fed seperti dikutip Reuters.com, Selasa (31/3/2020).

Dolar digunakan dalam sebagian besar perdagangan global dan transaksi valuta asing, dan pejabat keuangan di negara-negara besar. Program ini diharapkan akan berjalan pada 6 April dan berlangsung selama setidaknya enam bulan.

Langkah ini menjadi sangat penting dalam beberapa minggu mendatang karena banyak perusahaan dan negara yang melakukan bisnis meggunakan mata uang dolar AS. Adanya wabah Covid yang telah menjadi pendemi dunia, telah menyulitkan banyak negara dan korporasi.

The Fed memiliki jalur swap permanen dengan Bank Sentral Eropa, Bank Jepang dan penerbit mata uang utama lainnya. Dalam merespons atas krisis ekonomi sebagai dampak pendemi Covid-19, The Fed juga membuka swap dengan sembilan negara lain termasuk Australia dan Meksiko.

Dalam transaksi tersebut, mata uang asing diperdagangkan secara langsung dengan dolar dalam apa yang dianggap sebagai transaksi yang relatif bebas risiko. Sebaliknya, mata uang yang dikeluarkan oleh banyak bank di dunia, puluhan bank sentral ,sering diperdagangkan secara sempit dan fluktuatif, dengan risiko. Melalui kebijakan ini, hal itu mungkin berubah secara dramatis nilainya selama swap.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN