Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / POOL / AFP )

Gubernur The Fed Jerome Powell. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / POOL / AFP )

The Fed Tidak akan Naikkan Suku Bunga Tahun Ini

Selasa, 13 April 2021 | 06:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell kembali menegaskan komitmen bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk menjaga kebijakan moneter yang longgar, termasuk hampir dipastikan tidak akan menaikkan tingkat suku bunga pada tahun ini. Walaupun kondisi perekonomian mengalami pemulihan dengan cepat.

Pasalnya, tingkat inflasi tetap lemah dan jutaan penduduk Amerika masih memerlukan bantuan, di saat negara sedang membangun kembali dari kerusakan yang disebabkan oleh pandemi virus corona Covid-19.

“Saya pikir sangat tidak mungkin kami akan menaikkan tarif seperti tahun ini. Saya berada dalam posisi untuk menjamin bahwa The Fed akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung ekonomi selama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pemulihan,” ujar Powell kepada CBS, dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu (11/4) malam waktu setempat, yang dikutip CNBC.

Bantuan tersebut termasuk suku bunga pinjaman jangka pendek mendekati nol, dan US$ 120 miliar sebulan terkait pembelian obligasi setelah terjadi rebound tajam dari penurunan aktivitas antara Februari dan April 2020.

Meskipun ekonomi AS telah memulihkan lebih dari 13 juta lapangan pekerjaan sejak krisis yang mendalam, masih ada sekitar 9 juta lainnya yang masih tersisihkan. Negara-negara bagian dan daerah-daerah sekitarnya juga telah melonggarkan pembatasan, serta sudah lebih banyak orang yang kembali bekerja.

Tetapi menurut Powell, masih ada lebih banyak yang harus dilakukan. Terutama bagi mereka yang berada di kelompok berpenghasilan rendah yang paling menderita.

“Kami tidak memiliki jawaban untuk semuanya, tetapi pekerjaan yang kami lakukan untuk kepentingan publik sangatlah penting, dan kami memahami jika kami melakukan sesuatu dengan benar, kami benar-benar dapat membantu orang. Jika orang-orang yang berada di pinggiran ekonomi baik-baik saja, maka sisanya akan dapat mengurus dirinya sendiri,” katanya.

Dalam proyeksi ekonomi terbaru mereka, para pejabat The Fed melihat produk domestik bruto (PDB) pada 2021 mengalami kenaikan sebesar 6,5%, dan ini akan menjadi tingkat pertumbuhan tercepat sejak 1984.

“Mulai sekarang, kami dan banyak peramal sektor swasta telah melihat laju pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja yang kuat. Benar-benar, prospeknya telah cerah secara substansial,” tutur dia, seraya menambahkan bahwa itu bukan berarti tidak ada risiko yang besar.

Di samping itu, Powell mengaku khawatir tentang meningkatnya kasus Covid-19. Dia menyatakan masyarakat harus terus memakai masker dan menjaga jarak secara fisik agar pemulihan tetap berjalan. Meskipun mengatakan tidak khawatir tentang stabilitas sistem keuangan, dia khawatir tentang serangan siber yang sedang berlangsung yang suatu hari dapat menimbulkan kerusakan serius.

Ada satu hal yang tidak dikhawatirkan, yakni soal inflasi yang saat ini berada di kisaran 1,6% dan tetap jauh di bawah target 2% The Fed.

Menurut laporan, bank sentral AS telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah meskipun inflasi berjalan agak di atas tingkat target untuk jangka waktu tertentu.

Ketika berbicara tentang inflasi, Powell mengungapkan keinginannya untuk melihat jalur yang tepat yang bergerak di atas 2% untuk beberapa waktu. “Saat kami mendapatkannya, saat itulah kami akan menaikkan tarif,” ujarnya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN