Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal induk pertama buatan Tiongkok,

Kapal induk pertama buatan Tiongkok, "Type 001A" terlihat meninggalkan pekabuhan di kota Dalian timur pada 13 Mei 2018. Pemerintah Tiongkok membenarkan bahwa kapal induk pertama buatan dalam negeri telah berlayar melintasi Selat Taiwan untuk latihan dan uji coba rutin. ( Foto: China OUT / AFP )

Tiongkok Benarkan Kapal Induknya Lintasi Selat Taiwan

Grace Eldora, Selasa, 19 November 2019 | 17:51 WIB

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok membenarkan kapal induk pertama buatan dalam negeri telah berlayar melintasi Selat Taiwan untuk pelatihan dan uji coba rutin. Tiongkok tampak berupaya menepis tudingan Pemerintah Taiwan bahwa pihaknya melakukan intimidasi menjelang pemilu.

Kapal yang belum disebutkan namanya tersebut adalah kapal induk kedua Tiongkok. Namun akan menambah kekuatan angkatan lautnya, begitu kapal tersebut resmi dioperasikan.

Saat ini pemerintah Tiongkok dalam ketegangan hubungan dengan otoritas Taiwan, yang memerintah sendiri namun tetap diklaim oleh Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.

Kapal induk itu melintasi perairan tersebut pada Minggu (17/11) sebelum memasuki Laut Tiongkok Selatan. Juru bicara Angkatan Laut Tiongkok Cheng Dewei mengatakan pada akun media sosial resmi, pihaknya hanya melakukan penelitian uji coba ilmiah dan pelatihan rutin.

Cheng mengatakan, itu adalah praktik normal bagi operator yang sedang diuji untuk melakukan uji coba lintas wilayah.

"Itu tidak ditujukan pada target spesifik dan tidak ada hubungannya dengan situasi saat ini," kata Cheng, Senin (18/11).

Pelayaran dimulai saat otoritas Taiwan bersiap untuk pemilihan presiden pada Januari mendatang. Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu via unggahan di media sosial Twitter pada Minggu mengatakan, pemerintah Tiongkok bermaksud campur tangan dalam pemilihan Taiwan. "Para pemilih tidak akan diintimidasi!" tulisnya.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan telah mengirim kapal dan pesawat untuk melacak dan memonitor gerakan kapal induk Tiongkok, sementara kapal Amerika Serikat (AS) dan Jepang mengikutinya di selat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang pada Senin mengatakan, operasi angkatan laut itu tidak perlu dipertanyakan dan sejalan dengan hukum internasional.

Adapun pemerintah Tiongkok melihat Taiwan yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya. Pemerintahan Tiongkok telah meningkatkan latihan militer di sekitar pulau itu sejak Presiden skeptis Taiwan Tsai Ing-wen yang bernada skeptis dan mengusahakan pemilihan ulang, berkuasa pada 2016.

"Kami terus mengikuti situasi di seluruh Selat Taiwan. Saya percaya kita mampu mempertahankan diri sendiri dan saya meminta warga negara kita untuk yakin," ujar Tsai kepada wartawan.

Tsai yang menyuarakan dukungan untuk gerakan pro-demokrasi Hong Kong, menggambarkan pemilu sebagai perjuangan untuk kebebasan dan demokrasi Taiwan.

Penantangnya lebih menyukai hubungan yang lebih hangat dengan pemerintah Tiongkok. Pada hari yang sama dengan pelayaran, Tsai mengumumkan mantan perdana menteri William Lai, yang menyebut diri sebagai pekerja kemerdekaan Taiwan, akan menjadi pasangannya. Langkah tersebut cenderung mengganggu pemerintah Tiongkok.

Sementara itu, asisten profesor ilmu politik di New York University Shanghai Eric Hundman mengatakan, penyeberangan kapal tersebut adalah kelanjutan dari upaya konsisten pemerintah Tiongkok untuk menekan otoritas Taiwan.

"Pilihan untuk berlayar melalui Selat Taiwan tidak diragukan lagi disengaja dan mungkin dimaksudkan sebagai sinyal peningkatan kapabilitas angkatan laut Tiongkok, bagi Taiwan maupun AS," jelasnya.(afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA