Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Evergrande Center Tiongkok terlihat di distrik Wan Chai, Hong Kong. pada 6 Agustus 2021. ( Foto: ISAAC LAWRENCE / AFP )

Gedung Evergrande Center Tiongkok terlihat di distrik Wan Chai, Hong Kong. pada 6 Agustus 2021. ( Foto: ISAAC LAWRENCE / AFP )

Akibat Krisis Evergrande

Tiongkok Desak Bank Menghindari Spekulasi Terkait Krisis Evergrande

Jumat, 1 Oktober 2021 | 06:27 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok mendesak perbankan untuk menstabilkan pasar perumahan dan menghindari spekulasi. Seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa krisis utang Evergrande bisa merembet ke sektor properti.

Evergrande memiliki beban utang lebih dari US$ 300 miliar yang harus dibayar kembali. Potensi kebangkrutan perusahaan pengembang properti Tiongkok tersebut dapat menimbulkan risiko sistemik bagi perekonomian nasional maupun global.

Pada pertemuannya, bank sentral Tiongkok atau PBoC mengatakan sektor keuangan negara harus memenuhi tujuan menstabilkan harga tanah dan perumahan.

"(Dan) bersikeras untuk tidak menggunakan real estat sebagai stimulus ekonomi jangka pendek," menurut pernyataan yang disampaikan secara daring, Rabu (29/9).

Bank sentral juga menekankan bahwa perumahan digunakan untuk tempat tinggal, bukan investasi spekulasi.

Pembacaan pertemuan dengan komisi regulasi perbankan dan asuransi tidak secara spesifik menyebutkan Evergrande yang berbasis di Shenzhen.

Tetapi pengumuman itu mengirimkan sinyal yang jelas bahwa pihak berwenang khawatir tentang dampak krisis Evergrande bagi sektor properti Tiongkok. Sementara negara tersebut memperketat sejumlah peraturan selama berbulan-bulan, dimaksudkan untuk mengekang spekulasi.

Pemerintah Tiongkok sejauh ini enggan untuk menyelamatkan konglomerat properti tersebut. Namun, media Tiongkok melaporkan bahwa pemerintah Shenzhen telah memulai penyelidikan ke lengan investasi Evergrande.

Regulator keuangan Shenzhen mengatakan dalam sebuah surat pada Senin (27/9) kepada investor bahwa penyelidikan menyeluruh telah dilakukan, setelah mengumpulkan informasi tentang kekayaan Evergrande.

Grup Obrolan Diblokir

Grup obrolan yang berisi ratusan investor Evergrande yang tidak puas di layanan pesan WeChat telah dihapus atau diblokir sejak Senin. Para investor mengatakan kepada AFP, anggota tidak dapat mengirim atau menerima pesan.

Grup media sosial ini digunakan untuk mengorganisir protes dalam beberapa minggu terakhir. Para investor menuntut pembayaran setelah properti dan hasil tinggi pada produk kekayaan yang dijanjikan oleh Evergrande tidak pernah terwujud.

Pesan kesalahan di beberapa grup obrolan yang ditunjukkan kepada AFP mengatakan bahwa grup itu dicurigai melanggar peraturan perundang-undangan yang relevan.

"Banyak anggota kelompok dipanggil oleh polisi setempat (di Shenzhen), beberapa bahkan diminta untuk menandatangani perjanjian tidak mengajukan petisi ke Beijing," kata seorang investor yang tidak mau disebutkan namanya.

Evergrande telah memulai proses pelepasan asetnya, termasuk penjualan saham senilai US$ 1,5 miliar di bank regional Tiongkok ke perusahaan milik negara.

Pengembang mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis bahwa mereka telah menyelesaikan pembayaran 10% untuk investasi produk yang jatuh tempo September dan bahwa dana tersebut telah dikeluarkan ke rekening investor yang sesuai.

Pembayaran bunga sebesar US$ 47,5 juta atas obligasi dolar Amerika Serikat (AS) akan jatuh tempo kurang dari seminggu setelah raksasa properti itu akan membayar obligasi asing lainnya. Mereka mencapai kesepakatan untuk membayar bunga berupa uang kertas berdenominasi yuan, pada minggu lalu.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN