Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokumentasi foto pada 21 Mei 2019 menunjukkan para pembeli keluar dari toko sepatu Nike di Los Angeles. Perusahaan-perusahaan sepatu Amerika Serikat (AS) mengingatkan kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump atas Tiongkok bakal mematikan lapangan kerja, dan meminta agar dibatalkan pada 28 Agustus 2019.  AFP / Frederic J. BROWN

Dokumentasi foto pada 21 Mei 2019 menunjukkan para pembeli keluar dari toko sepatu Nike di Los Angeles. Perusahaan-perusahaan sepatu Amerika Serikat (AS) mengingatkan kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump atas Tiongkok bakal mematikan lapangan kerja, dan meminta agar dibatalkan pada 28 Agustus 2019. AFP / Frederic J. BROWN

Tiongkok Kecualikan Sejumlah Produk AS dari Tarif

Happy Amanda Amalia, Kamis, 12 September 2019 | 09:45 WIB

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok mengatakan pada Rabu (11/9) akan mengecualikan sejumlah produk Amerika Serikat (AS) dari daftar tarif hukuman. Langkah itu dipandang sebagai isyarat damai Negeri Tirai Bambu dalam menghadapi perang dagang berkepanjangan, menjelang pembicaraan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan.

Namun, barang-barang yang dikecualikan dari daftar tarif tersebut, tidak termasuk barang-barang pertanian mahal yang bisa menjadi sangat penting bagi keberhasilan final dari kesepakatan antara kedua belah pihak yang mana kebuntuan negosiasinya ikut menyeret perekonomian global.

Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara pun menyampaikan bahwa pengecualian barang AS dari tarif Tiongkok akan berlaku efektif pada 17 September selama satu tahun, sekaligus merilis dua daftar yang mencakup produk-produk makanan laut dan obat anti-kanker.

Sedangkan kategori-kategori lain yang akan dikecualikan, termasuk pelet alfalfa, pakan ikan, akselerator-akselerator linier medis, dan mould release agents atau bahan kimia untuk melepas cetakan.

Selain itu, komisi juga menambahkan bakal mempertimbangkan pengecualian barang-barang lain lebih lanjut.

Di sisi lain, tim juru runding perdagangan telah menyatakan akan menggelar pertemuan di Washington, AS pada awal Oktober. Pernyataan tersebut memunculkan harapan untuk meredakan ketegangan antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Sebelumnya, kedua negara adidaya sudah saling menerapkan tarif balasan baru pada 1 September dengan menetapkan pungutan terbaru, yang sekarang mencakup barang-barang bernilai ratusan miliar dolar.

“Penyesuaian-penyesuaian tersebut memberi sinyal bahwa Tiongkok lebih bersedia membuat kemajuan dalam pembicaraan dagang Oktober, yang mungkin mengarah pada kesepakatan terbatas yang melibatkan Tiongkok membeli lebih banyak barang AS sebagai imbalan AS menunda kenaikan tarif lebih lanjut,” ujar para analis Barclays dalam catatan penelitian.

Kalangan analis itu mengungkapkan, Tiongkok telah menyuarakan nada yang lebih “konstruktif” dalam beberapa pekan terakhir tentang hubungan perdagangan.

Tekanan Meningkat

Akan tetapi, para pelaku bisnis Amerika Serikat di Tiongkok mengaku semakin pesimistis terhadap prospek-prospek mereka. Hal tersebut tertuang dalam laporan yang dirilis pada Rabu, yang mengatakan bahwa semakin banyak perusahaan memprediksi penyusutan pendapatan dan investasi mereka di pasar lokal.

Kamar Dagang Amerika atau American Chamber of Commerce (ACC) di Shanghai, Tiongkok menyatakan hanya 47% yang menyampaikan prediksi peningkatan investasi mereka di Tiongkok pada 2019. Jumlah itu mengalami penurunan dari tahun lalu yang tercatat 62%. Sementara itu, tiga perempat pelaku bisnis lain yang disurvei mengatakan menentang penggunaan tarif hukuman AS untuk memaksa Tiongkok mencapai kesepakatan dagang.

Menyusul tekanan yang dirasakan oleh Pemerintah Tiongkok maka People's Bank of China (PBoC) menyampaikan akan memangkas jumlah giro wajib minimum (GWM) yang harus disimpan, mungkin sekitar US$ 126 miliar dalam pinjaman tambahan untuk perusahaan.

Menurut laporan, laju ekonomi Tiongkok Kuartal II-2019 mengalam pertumbuhan 6,2% on-year, dan tercatat menjadi tingkat terendah dalam hampir satu dekade.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan beban perang dagang yang berlarut-larut lebih banyak merusak Tiongkok daripada AS.

“Tiongkok sedang memakan tarifnya,” demikian cuitannya di Twitter pada Jumat (6/9), seraya mengulangi klaimnya bahwa bea yang lebih tinggi berarti AS sedang mengumpulkan miliaran dolar dari raksasa negara Asia tanpa biaya yang dibebankan ke konsumen AS.

Namun, para ahli telah memperingatkan kemunculan tanda-tanda bahwa AS juga sedang dilanda kesulitan, yang terlihat pada melambatnya penciptaan lapangan kerja di industri-industri besar pada bulan lalu. (afp/pya)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN