Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan Keith Krach (kiri) bertemu Perdana Menteri Taiwan Su Tseng Chang (kanan) di Executive Yuan di Taipei pada 18 September 2020. ( Foto: Handout / TAIWAN EXECUTIVE YUAN / AFP )

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan Keith Krach (kiri) bertemu Perdana Menteri Taiwan Su Tseng Chang (kanan) di Executive Yuan di Taipei pada 18 September 2020. ( Foto: Handout / TAIWAN EXECUTIVE YUAN / AFP )

Saat Kunjungan Diplomat AS

Tiongkok Latihan Militer Dekat Taiwan

Sabtu, 19 September 2020 | 07:05 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Tiongkok pada Jumat (18/9) menyatakan menggelar latihan militer di dekat Selat Taiwan. Bersamaan dengan kunjungan diplomat utama Amerika Serikat (AS) ke pulau dengan pemerintahannya sendiri tersebut, yang telah membuat marah Pemerintah Tiongkok.

Hubungan antara Pemerintah AS dan Tiongkok berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Kedua belah pihak bentrok karena berbagai masalah perdagangan, militer dan keamanan, serta pandemi virus corona.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan Keith Krach mendarat di Taipei pada Kamis (17/9) untuk kunjungan tiga hari. Krach menjadi pejabat Departemen Luar Negeri AS berpangkat tertinggi yang berkunjung ke Taiwan dalam 40 tahun.

Pada konferensi pers Jumat, salah satu juru bicara kementerian pertahanan Tiongkok mengatakan, Pemerintah Tiongkok melakukan tindakan latihan tempur terkini di dekat Selat Taiwan ketika ditanya bagaimana tanggapannya terhadap kunjungan tersebut.

"Ini adalah tindakan yang sah dan perlu diambil untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok, menanggapi situasi saat ini di Selat Taiwan," kata Ren Guoqiang kepada wartawan, Jumat, seperti dikutip oleh AFP.

Ren juga mengingatkan, militer Tiongkok memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan ancaman eksternal atau tantangan dari separatis Taiwan.

Pemerintah Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang akan direbut kembali, jika perlu dengan cara paksa.

Kepemimpinan Komunis Tiongkok menolak setiap pengakuan atas Taiwan, yang telah diperintah secara terpisah dari Tiongkok sejak akhir perang saudara pada 1949. Pihaknya juga telah menjalankan kebijakan selama puluhan tahun untuk meminggirkan demokrasi di pulau tersebut.

Ren menuduh Pemerintah Amerika Serikat sering menimbulkan masalah atas Taiwan, yang disebutnya murni milik urusan internal Tiongkok. “Dan kami tidak akan mentolerir campur tangan eksternal,” lanjutnya.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan sebanyak 18 pesawat milik Tiongkok, termasuk pesawat pembom dan pesawat tempur masuk zona identifikasi pertahanan udara barat daya Taiwan (ADIZ) pada Jumat. Pesawat tersebut juga melintasi apa yang disebut garis median yang membelah Selat Taiwan.

Kementerian tersebut menambahkan, militer Taiwan telah mengerahkan pesawat dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk memantau aktivitas armada milik Tiongkok tersebut.

"Kami berharap pihak lain dapat menahan diri dan tidak meningkatkan konflik antara kedua belah pihak. Intimidasi militer ini telah menyebabkan kebencian di antara rakyat Taiwan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Taiwan telah melaporkan peningkatan tajam kedatangan pesawat tempur Tiongkok ke wilayah ADIZ Taiwan.

Jet milik Tiongkok juga melakukan terbang singkat melintasi garis tengah selat yang memisahkan kedua sisi pada Agustus. Saat itu, Menteri Kesehatan AS Alex Azar melakukan kunjungan tingkat tinggi negara ke Taiwan sejak 1979, tahun ketika Pemerintah AS mengalihkan pengakuan diplomatik ke Tiongkok.

Perselisihan

Peningkatan jangkauan Pemerintah AS ke Taiwan di bawah Presiden AS Donald Trump telah menjadi sumber perselisihan baru hubungan AS-Tiongkok.

Pemerintah AS mengatakan, Krach mengunjungi Taiwan untuk menghadiri upacara peringatan pada Sabtu (19/9) untuk mendiang presiden Lee Teng-hui, yang meninggal pada Juli di usia 97 tahun.

Pada Jumat, Krach bertemu dengan Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu untuk membahas berbagai masalah bilateral dan bertukar pandangan tentang kolaborasi masa depan, menurut otoritas Taipei. Ia juga dijadwalkan bergabung dengan Presiden Tsai Ing-wen saat makan malam di kediaman resminya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN