Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump dan Xi Jinping. ( Foto: AFP )

Donald Trump dan Xi Jinping. ( Foto: AFP )

Tiongkok Sekarang Dipandang sebagai Kekuatan Besar

Happy Amanda Amalia, Rabu, 1 Juli 2020 | 07:49 WIB

WASHINGTON, investor.id – Hasil studi German Marshall Fund pada Selasa (30/6) menunjukkan, bahwa pandemi virus corona Covid-19 telah menyebabkan semakin banyak orang di Barat melihat Tiongkok sebagai kekuatan utama, menggeser kepemimpinan Amerika Serikat (AS).

Survei pendapat yang dilakukan kepada responden Prancis, Jerman, dan AS, yang dirilis oleh German Marshall Fund dari AS, menemukan peningkatan signifikan dalam persepsi pengaruh Tiongkok, sejak pecahnya pandemi Covid-19. Dalam hal ini, Tiongkok secara bergantian digambarkan sebagai pelaku dan juga penyedia bantuan.

Proporsi responden Prancis yang mengatakan, bahwa Tiongkok adalah pemain global paling berpengaruh mengalami lonjakan dari 13% menjadi 28 %. Sedangkan responden Jerman menunjukkan kenaikan dari 12% menjadi 20%, dan pada responden AS menunjukkan peningkatan dari 6% menjadi 14%. Ada pun survei dilakukan pada Januari hingga Mei.

“Pengaruh Tiongkok di dunia, semacam ide abstrak sebelum krisis. Ketika Anda berpikir tentang ketergantungan pada Tiongkok, semisal dalam hal masker dan peralatan medis maka ini menjadi sangat konkret,” ujar Martin Quencez, wakil direktur dari kantor German Marshal Fund di Paris, Prancis.

Quencez memperkirakan dampak itu bakal bertahan lama, karena perubahan dalam persepsi terlihat melintasi garis generasi dan politik. “Tampaknya lebih struktural daripada sekadar respons cepat terhadap krisis,” tambah dia.

Meski ada peningkatan, tetapi masyarakat di ketiga negara itu masih mengatakan Amerika Serikat adalah negara yang paling berpengaruh hanya saja tidak terlalu besar.

Di Prancis, 55% responden mengatakan pada Mei bahwa Amerika Serikat adalah pemain global teratas, turun dari 67% yang tercatat pada Januari. Angka serupa juga dilaporkan di Jerman.

Salah satu pecundang komparatif adalah Uni Eropa, yang menempatkan Prancis dan Jerman dengan kokoh di tempat kedua, di atas Tiongkok, sebelum pandemi menyebar.

Meskipun pengaruh Tiongkok dapat dirasakan, namun survei menemukan bahwa mayoritas responden di Jerman dan Prancis mengatakan negara-negara mereka harus lebih tegas terhadap Tiongkok, soal perubahan iklim, hak asasi manusia dan keamanan dunia siber (cyber).

Sedangkan di Amerika Serikat, angka-angka itu menunjukkan lebih rendah. Ini mungkin karena pemerintahan Presiden Donald Trump telah memperjuangkan tanpa kompromi, dan mendorong Eropa untuk melakukan hal yang sama.

Pemerintahan Trump menuding penyebaran Covid-19 karena penanganan buruk di Tiongkok, tempat virus itu pertama kali terdeteksi akhir tahun lalu.

Para kritikus mengatakan Trump berusaha untuk mengelakkan penanganan Covid-19 nya sendiri di Amerika Serikat, yang sejauh ini telah menelan korban tewas tertinggi di bandingkan negara mana pun.

Survei tersebut juga menunjukkan perbedaan transatlantik yang tajam atas pengaruh Inggris, yang meninggalkan blok Uni Eropa tahun ini.

Sebanyak 53% responden Amerika mengatakan Inggris adalah negara paling berpengaruh di Eropa. Namun, pendapat ini hanya disepakati oleh 8% responden Jerman dan 6% responden Prancis.

Penelitian yang dilakukan Bertelsmann Foundation di Jerman dan Institut Montaigne di Paris, telah mensurvei lebih dari 1.000 orang berbeda di setiap negara pada 9-22 Januari dan 11-19 Mei. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN