Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Organisasi Kekayaan Intelektul Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau World Intellectual Property Organisation (WIPO). ( Foto: WIPO )

Logo Organisasi Kekayaan Intelektul Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau World Intellectual Property Organisation (WIPO). ( Foto: WIPO )

Tiongkok Semakin Unggul Dari AS dalam Inovasi

Rabu, 3 Maret 2021 | 06:36 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Organisasi Kekayaan Intelektul Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau World Intellectual Property Organisation (WIPO) menyampaikan laporan tahunan pada Selasa (2/3), yang menyebutkan bahwa tahun lalu Tiongkok mengambil alih posisi Amerika Serikat (AS) sebagai pengaju paten internasional teratas. Ini adalah alat ukur inovasi teknis yang menunjukkan peningkatan keunggulannya secara signifikan pada 2020.

Laporan tahunan WIPO mencatat, ada 275.900 paten internasional yang diajukan pada 2020. Jumlah ini menandai kenaikan 4% dari 2019.

Pengajuan permohonan paten internasional dari Tiongkok terus tumbuh dengan kuat dan memimpin keuntungan besar di Asia, walau di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang memakan banyak korban baik dari sisi manusia dan ekonomi.

“Inovasi tetap tangguh,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) WIPO Daren Tang kepada wartawan, yang dilansir AFP.

Dia menekankan bahwa pengajuan paten sepanjang 2020 mencerminkan inovasi, dan penemuan yang dibuat sebelum terjadi pandemi. Ini mengingat waktu yang dibutuhkan sekitar satu tahun bagi permohonan untuk melewati sistem.

Menurut WIPO, pertumbuhan pengajuan paten masih harus dilihat sebagai sinyal positif.

“Fakta bahwa tidak ada pengurangan tajam dalam pengajuan paten internasional, menunjukkan bahwa perusahaan terus berinvestasi dalam komersialisasi teknologi mereka selama pandemi,” kata Kepala Ekonom WIPO Carsten Fink kepada wartawan.

Sebagai perbandingan, tambah dia, pengajuan paten internasional dilaporkan anjlok hampir 5% selama krisis keuangan global pada 2009.

Pertumbuhan Sangat Tinggi

Sebagai informasi, sistem pendaftaran paten internasional WIPO yang kompleks melibatkan banyak kategori. Dalam kategori utama – Perjanjian Kerja Sama Paten (Patent Cooperation Treaty/PCT) – Tiongkok masih di peringkat teratas dengan 68.720 pengajuan. Angka itu menandai lonjakan lebih dari 16% dibanding 2019 ketika Tiongkok melewati Amerika Serikat (AS).

Pada saat itu, Tiongkok memimpin di depan dengan lebih dari 1.000 pengajuan, tetapi sekarang otoritas telah memperluas keunggulannya menjadi hampir 10.000 pengajuan. Sementara itu pada 2000, Tiongkok hanya membuat 782 pengajuan paten internasional.

“Tingkat pertumbuhan permohonan paten internasional dari Tiongkok sangat tinggi,” tutur Fink.

AS sendiri juga menunjukkan peningkatan pengajuan paten internasionalnya sebesar 3% menjadi 59.230.

“Tiongkok dan Amerika Serikat, diikuti oleh Jepang, Korea Selatan dan Jerman sebagai negara pengaju paten teratas dunia,” demikian laporan WIPO.

Di samping itu, WIPO turut menyoroti pertumbuhan signifikan dalam permohonan paten oleh beberapa pengaju yang lebih kecil juga.

Arab Saudi, misalnya, tahun lalu mengalami peningkatan pesat dalam hal pengajuan paten internasional sebesar 73% menjadi 956. Malaysia, Cile, Singapura, dan Brasil pun membuat kemajuan besar.

Laporan WIPO menunjukkan, bahwa para pengaju paten yang berbasis di Asia menyumbang 53,7% dari semua pengajuan, atau naik dari 35,7% pada satu dekade lalu.

Teratas

Selama empat tahun berturut-turut, raksasa telekomunikasi yang berbasis di Tiongkok, Huawei Technologies menduduki peringkat teratas global 2020, dengan 5.464 pengajuan PCT.

Jejak Huawei disusul oleh Samsung Electronics dari Korea Selatan (Korsel) dengan 3.093 pengajuan, Misubishi Electric Corp dari Jepang 2.810 pengajuan, LG Electronics asal Korea Selatan sebanyak 2.759 pengajuan, dan Qualcomm dari Amerika Serikat sebanyak 2.173 pengajuan.

Ada pun bidang teknologi komputer menyumbang bagian terbesar dari pengajuan PCT yang dipublikasikan, yakni sebanyak 9,2% dari total. Langkah ini juga diikuti oleh bidang komunikasi digital dan teknologi medis.

“Jumlah pengajuan ini tidak selalu terkait dengan realitas yang dipengaruhi Covid-19 pada 2020. Paten terkait dengan inovasi pra-pandemi, jadi ini bukan cerita tentang bagaimana krisis memengaruhi arah inovasi,” ujar Fink, seraya menambahkan bahwa pengajuan pada 2021 harus memberikan lebih banyak wawasan tentang tren teknologi yang dipicu pandemi.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN