Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Tiongkok (tengah) dan bendera nasional Hong Kong (kiri) berkibar tertiup angin di luar kompleks Dewan Legislatif, di Hong Kong, pada 30 Maret 2021. ( Foto: Anthony WALLACE / AFP )
Anthony WALLACE / AFP

Bendera nasional Tiongkok (tengah) dan bendera nasional Hong Kong (kiri) berkibar tertiup angin di luar kompleks Dewan Legislatif, di Hong Kong, pada 30 Maret 2021. ( Foto: Anthony WALLACE / AFP ) Anthony WALLACE / AFP

Tiongkok Setujui Perombakan Radikal Sistem Politik Hong Kong

Rabu, 31 Maret 2021 | 06:28 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Para pemimpin Tiongkok pada Selasa (30/3) mendukung perombakan besar-besaran sistem pemilu Hong Kong. Aturan baru ini memberi kekuasaan untuk memveto siapa pun yang mencalonkan diri untuk jabatan publik dan memangkas jumlah politikus yang dipilih langsung.

Langkah-langkah baru tersebut melangkahi legislatif Hong Kong dan diberlakukan langsung oleh pemerintah Tiongkok. Ini menjadi langkah terbaru yang bertujuan menghentikan gerakan demokrasi kota, setelah protes besar-besaran.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menandatangani undang-undang (UU) baru setelah disetujui dengan suara bulat oleh badan utama pembuat keputusan Tiongkok.

Salah satu perubahan paling dramatis adalah pengenalan komite, yakni pemeriksaan siapa pun yang ingin masuk politik Hong Kong untuk patriotisme mereka.

Badan tersebut akan memasukkan pemeriksaan latar belakang oleh aparat keamanan nasional baru wilayah itu. Dengan demikian, keputusannya tidak dapat digugat secara hukum.

"Komite Keamanan Nasional dan Polisi Keamanan Nasional akan memberikan laporan pada setiap calon untuk membantu pemeriksaan oleh komite peninjau kualifikasi," Tam Yiu-chung, satu-satunya delegasi Hong Kong di parlemen Tiongkok, kepada AFP, Selasa.

Adapun parlemen negara tersebut dikenal tidak pernah menunjukkan pandangan oposisi terhadap pihak yang berkuasa. Ketika warga Hong Kong diizinkan untuk memberikan suara dalam pemilihan lokal terbatas, mereka cenderung sangat mendukung kandidat pro-demokrasi. Hal ini mengguncang pemerintahan Tiongkok yang otoriter.

Di bawah langkah-langkah baru, badan legislatif kota akan diperluas dari 70 kursi menjadi 90 kursi. Tetapi hanya 20 kursi yang sekarang akan dipilih secara langsung, turun dari sebelumnya 35 kursi. Itu akan menurunkan perwakilan langsung dari porsi setengah, menjadi kurang dari seperempat kursi.

Mayoritas yang mencapai 40 kursi akan dipilih oleh komite pro-Tiongkok. Sebanyak 30 sisanya dipilih oleh apa yang disebut konstituensi fungsional, badan yang mewakili industri tertentu dan kelompok kepentingan khusus yang juga secara historis setia ke pemerintah Tiongkok.

Langkah-langkah itu disambut baik oleh otoritas Hong Kong yang pro-Tiongkok. Pihaknya tidak lagi harus menghadapi keributan dan oposisi pro-demokrasi yang mengganggu di badan legislatif.

"Politisasi berlebihan dalam masyarakat dan keretakan internal yang telah menghancurkan Hong Kong bisa dimitigasi secara efektif," kata CEO Hong Kong Carrie Lam.

Ia menambahkan bahwa pemilu legislatif berikutnya di bawah sistem baru akan diadakan pada Desember mendatang.

"Institusi kekuasaan politik dan pemerintahan Hong Kong harus selalu berada di tangan mereka yang cinta tanah air dan Hong Kong," tambah Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, yang merumuskan kebijakan pemerintah Tiongkok untuk pusat keuangan tersebut.

Para tokoh oposisi dan beberapa analis menggambarkan UU baru itu sebagai langkah terakhir untuk menumpas penolakan terhadap aturan dari Tiongkok.

"Sistem baru ini benar-benar merendahkan dan sangat menindas," Emily Lau, mantan anggota parlemen pro-demokrasi.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN